Masa Depan Baterai Kini Ditentukan oleh Riset, Inovasi, dan Teknologi

Masa Depan Baterai Kini Ditentukan oleh Riset, Inovasi, dan Teknologi

VIVA – Industri baterai sedang memasuki fase penting. Baterai bukan lagi sekadar komponen untuk menyalakan smartphone atau laptop, tetapi telah menjadi teknologi strategis yang menentukan perkembangan kendaraan listrik, penyimpanan energi terbarukan, hingga kestabilan jaringan listrik.

Baca Juga

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi, tantangan industri baterai juga semakin kompleks. Produsen dituntut menghasilkan baterai yang lebih murah, berkapasitas lebih besar, cepat diisi, aman, tahan lama, dan menggunakan bahan baku yang lebih mudah diperoleh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, masa depan industri baterai tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memperbesar produksi. Riset material, inovasi kimia, teknologi manufaktur, dan pengembangan sistem penyimpanan energi akan menjadi faktor penting dalam menentukan teknologi mana yang akhirnya mampu digunakan secara luas.

Baca Juga

Meski banyak teknologi baru bermunculan, baterai lithium-ion masih menjadi fondasi utama industri modern.

Teknologi ini digunakan secara luas pada kendaraan listrik, perangkat elektronik, dan sistem penyimpanan energi. Pengembangan lithium-ion pun belum berhenti karena para peneliti masih berusaha meningkatkan kepadatan energi, umur pakai, keamanan, dan efisiensinya.

Baca Juga

International Energy Agency (IEA), dikutip VIVA Jum'at, 14 Agustus 2026, mereka mencatat bahwa inovasi pada baterai lithium-ion masih memungkinkan peningkatan kepadatan energi dan masa penggunaan. Salah satu perkembangan penting adalah penggunaan silikon pada anoda sebagai alternatif atau pelengkap grafit.

Persaingan berikutnya terjadi pada teknologi baterai generasi baru. Beberapa teknologi yang paling banyak mendapat perhatian antara lain solid-state, sodium-ion, lithium-sulfur, dan lithium-metal.

Riset tersebut penting karena setiap teknologi memiliki kelebihan sekaligus persoalan yang harus diselesaikan sebelum dapat diproduksi dalam skala besar.

Di Indonesia, perkembangan baterai telah didukung oleh modal di seluruh rantai nilai baterai, dari sumber daya mineral, pertumbuhan manufaktur, perkembangan ekosistem kendaraan listrik.

Melalui kegiatan International Battery Summit (IBS) 2026, mereka akan menghadirkan lebih dari 1.000 peserta, 100 pembicara, serta pemangku kepentingan dari lebih dari 35 negara yang mewakili pemerintah, pelaku industri baterai 26-28 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Indonesia perlu memperkuat riset, inovasi, dan penguasaan teknologi, membangun kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga riset, serta mengembangkan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten,”  kata Research Professor di BRIN sekaligus Founder NBRI, Evvy Kartini.

Halaman Selanjutnya

Adanya kegiatan ini tentu kompetisi industri baterai pada akhirnya bukan sekadar mencari baterai dengan kapasitas terbesar, melainkan mencari kombinasi harga, performa, keamanan, dan umur pakai yang paling masuk akal.