Mantan karateka Jambi jadi pelatih tim Indonesia di Asian Games Jepang - ANTARA News Jambi

Mantan karateka Jambi jadi pelatih tim Indonesia di Asian Games Jepang - ANTARA News Jambi

Jambi (ANTARA) - Mantan karateka peraih perak PON Erlando Stevano ditunjuk Pengurus Besar (PB) Forki untuk menjadi pelatih Tim Karate Indonesia di Asian Games Jepang pada 19 September - 4 Oktober 2026.

"Salah satu putra daerah Jambi, Erlando Stevano, ditunjuk Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) sebagai pelatih tim nasional karate nomor kata untuk Asian Games di Jepang," kata Sekretaris Umum KONI Jambi Dr Muhammad Ali, di Jambi Selasa.

Erlando merupakan mantan atlet karate yang memiliki segudang prestasi. Ia pernah mempersembahkan medali perak untuk Provinsi Jambi pada PON 2018 di Jawa Barat dan beberapa kali juara internasional dinomor kata perorangan.

Penunjukan tersebut menjadi bukti kepercayaan PB FORKI kepada kapasitas Erlando dalam membina dan mempersiapkan atlet nasional menghadapi ajang multi event bergengsi tingkat Asia.

“Ini adalah kebanggaan bagi Jambi. Erlando yang lahir dan besar di Jambi kini dipercaya menjadi pelatih timnas untuk Asian Games. Kami berharap pengalaman dan ilmunya bisa membawa prestasi terbaik untuk Indonesia,” kata Ali.

Dengan ditunjuknya Erlando, diharapkan pembinaan karate di Jambi juga semakin termotivasi untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama daerah maupun nasional di kancah internasional.

Asian Games di Jepang mendatang menjadi target penting bagi kontingen karate Indonesia, khususnya pada nomor kata yang selama ini menjadi salah satu andalan peraih medali.

Data KONI Jambi mencatat ada tiga atlet Jambi yang masuk tim Merah Putih untuk memperkuat Indonesia di pentas olahraga Asia di Jepang nanti dan satu pelatih asal Jambu juga ikut serta membawa nama baik negara.

Pewarta: Rilis
Editor : Nanang Mairiadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.