Mampukah Malaysia Akhiri Kutukan 22 Tahun di Piala AFF?
Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Malaysia dihantui kutukan yang belum terpatahkan selama 22 tahun dalam sejarah turnamen menjelang lawan Vietnam di leg kedua semifinal Piala AFF 2026.
Kekalahan 0-2 dari Vietnam pada leg pertama yang digelar di Stadion Kuala Lumpur, praktis menipiskan peluang Harimau Malaya lolos ke final.
Ketertinggalan dua gol di kandang bukan sekadar selisih gol. Situasi ini menjadi 'tembok raksasa' yang belum pernah bisa ditembus tim mana pun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
- Jadwal Indonesia vs Malaysia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
- Thailand Digeprek Singapura, Pelatih Senggol Jadwal Padat Piala AFF
- Hasil Kejuaraan Dunia: Main 64 Menit, Jonatan Lolos ke 16 Besar
Sejak format pertandingan kandang-tandang diperkenalkan di Piala AFF 2004, belum ada satu pun tim yang kalah dengan defisit dua gol di semifinal mampu bangkit dan melaju ke final.
Sejarah membuktikan bahwa peluang untuk bangkit adalah nol persen. Tim yang mengantongi keunggulan dua gol pada leg pertama selalu berhasil mengamankan tiket ke final.
Media Malaysia, Berita Harian, bahkan menyebut misi ke Stadion May Dinh terasa seperti berjalan di atas 'garis tipis' nan berbahaya. Bertanding melawan Vietnam di kandang Vietnam saja sudah sulit, apalagi ditambah beban statistik kelam tersebut.
Jika pelatih Tan Cheng Hoe gagal meracik strategi ampuh untuk menembus pertahanan Vietnam, Harimau Malaya hampir pasti jadi korban berikutnya yang tersingkir di semifinal.
Malaysia saat ini tidak memiliki ruang sedikit pun untuk melakukan kesalahan sepele. Mencetak gol ke gawang lawan sedini mungkin di Hanoi jadi satu-satunya jalan untuk memberikan tekanan pada tuan rumah.
Rekor turnamen dwitahunan ini jelas tak memihak Malaysia. Mempertahankan keunggulan dua gol di kandang sendiri menjadi tugas yang mudah bagi tim yang sudah mengantongi modal besar.
Meski demikian, Malaysia berharap terjadi keajaiban di Hanoi. Sekecil apa pun peluang, masih bisa dipatahkan. Hanya saja, misi menang dengan selisih lebih dari dua gol tak semudah membalikkan telapak tangan.
Apakah Harimau Malaya mampu mencetak sejarah dengan mematahkan 'kutukan' itu atau justru mengulangi kisah pilu puluhan tahun? Semua akan terjawab di Hanoi nanti malam.
[Gambas:Video CNN]
(jun/jun/nva)