Ma'ruf Amin Akan Luncurkan Buku "Wasiat" Jelang Muktamar ke-35 NU

Ma'ruf Amin Akan Luncurkan Buku "Wasiat" Jelang Muktamar ke-35 NU

AKURAT.CO Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin, dijadwalkan meluncurkan buku berjudul Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin di Hotel Grand Sahi...

AKURAT.CO Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin, dijadwalkan meluncurkan buku berjudul Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Peluncuran buku tersebut berlangsung menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Buku setebal lebih dari 600 halaman karya Hj. Siti Haniatunnisa dan H. Muhammad Zainal Arifin itu mengulas tiga pilar utama yang menjadi fondasi gerakan Nahdlatul Ulama, yakni fikroh (cara berpikir), manhaj (metode), dan harakah (gerakan).

Baca Juga: PBNU Pisahkan Agenda Formal dan Pendukung Muktamar ke-35 NU

Dalam pengantarnya, Ma'ruf Amin menegaskan bahwa NU tidak semata-mata dipahami sebagai organisasi administratif, melainkan sebuah sistem yang hidup dan memiliki arah perjuangan yang jelas. Ia mengingatkan pentingnya menjaga khittah atau garis perjuangan yang telah diwariskan para pendiri NU.

Menurut Ma'ruf, khittah harus dipahami melalui ucapan, tindakan, langkah, gerakan, serta cara berpikir para pendiri organisasi. Pandangan tersebut disebutnya sebagai fondasi agar NU tetap berjalan sesuai nilai-nilai dasar yang telah dibangun sejak awal berdirinya.

Peluncuran buku ini juga menjadi momentum menjelang Muktamar ke-35 NU yang dinilai akan menentukan arah organisasi memasuki abad kedua. Dalam buku tersebut, Ma'ruf kembali menekankan pentingnya pemahaman terhadap fikroh, manhaj, dan harakah sebagai landasan dalam menjalankan kehidupan berorganisasi.

Selain membahas aspek pemikiran, buku tersebut juga mengulas peran NU dalam tiga bidang utama, yaitu gerakan keagamaan (harakah diniyyah), kebangsaan (harakah wathaniyyah), dan ekonomi (harakah iqtishadiyyah). Salah satu pembahasannya menyoroti sejarah Nahdlatut Tujjar yang digagas KH Abdul Wahab Hasbullah pada 1918 hingga perkembangan Gerakan Koin NU sebagai bentuk penguatan ekonomi umat.

Ma'ruf juga mengajak warga Nahdliyin untuk menjalankan kehidupan ber-NU secara 'ala bashirah, yakni dengan pemahaman, keyakinan, dan argumentasi yang kuat, bukan semata-mata karena tradisi atau faktor keturunan.

Baca Juga: PBNU Tetapkan 501 Peserta Sementara Muktamar ke-35 NU, Verifikasi Masih Berlanjut

Peluncuran buku ini akan dihadiri sejumlah kiai, akademisi, serta tokoh NU, termasuk anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang memiliki peran dalam proses kepemimpinan organisasi pada Muktamar ke-35 NU mendatang. Acara tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi atas arah perjuangan NU sekaligus memperkuat pemahaman ideologis warga Nahdliyin menjelang forum permusyawaratan tertinggi organisasi.