LPEI minta UMKM Babel jaga kualitas lroduk ekspor - ANTARA News Bangka Belitung

LPEI minta UMKM Babel jaga kualitas lroduk ekspor - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang, Babel (ANTARA) - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) meminta pelaku UMKM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dapat menjaga kualitas dan spesifikasi produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Kepala Departemen Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank Nilla Meiditha di Pangkalpinang, Minggu, mengatakan produk yang unik belum cukup untuk membawa pelaku usaha memasuki pasar ekspor.

"Pelaku usaha perlu memastikan kapasitas produksi, kualitas dan spesifikasi produk, manajemen bisnis serta kemampuan finansial sesuai tuntutan pasar internasional," katanya dalam  talkshow ekspor bertema Peluang dan Pengembangan Ekspor Produk Unggulan Daerah yang digelar di Main Stage Alun-alun Kota Pangkalpinang.

Menurut dia, pasar ekspor menuntut produk yang konsisten sehingga pelaku usaha harus mampu menjaga mutu dan memenuhi standar yang ditetapkan pembeli.

Kesiapan tersebut, kata dia, perlu dibangun secara bertahap sebelum pelaku usaha melakukan transaksi dengan pembeli dari luar negeri.

LPEI memberikan pendampingan melalui jasa konsultasi, business matching dan Coaching Program for New Exporters (CPNE), selain dukungan pembiayaan, penjaminan dan asuransi.

Pendampingan juga dilakukan melalui Program Desa Devisa yang mencakup pelatihan teknis, sertifikasi produk, penguatan kelembagaan, akses pasar dan dukungan sarana produksi.

Pelaku ekspor asal Bangka Belitung Lukman Nuhung mengatakan peluang pasar internasional dapat ditemukan dari produk sederhana yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Ia mencontohkan daun ketapang atau Catappa leaf yang dimanfaatkan penghobi ikan hias, reptil dan vivarium di sejumlah negara.

Produk tersebut memiliki pasar di Eropa, Asia dan Amerika, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Jerman, Australia, Kanada dan Belanda.

Namun, kata dia, peluang pasar tersebut tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha menjaga kualitas dan memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan pembeli.

Pengalaman itu menunjukkan produk lokal memiliki peluang menjadi komoditas ekspor ketika pelaku usaha mampu mengolah potensi daerah sesuai kebutuhan pasar global.

Kepala Seksi Fasilitas Impor Tujuan Ekspor Pengembalian DJBC Romy Windu Sasongko mengingatkan eksportir memenuhi ketentuan kepabeanan dan kelengkapan dokumen.

Program Desa Devisa Babel yang mencakup 48 desa diarahkan mengembangkan lada, lidi nipah, kerajinan lidi nipah serta olahan hasil perikanan dan hasil laut.

"Pengembangan komoditas tersebut membutuhkan konsistensi kualitas dan kesesuaian spesifikasi agar produk unggulan daerah memiliki daya saing di pasar internasional," kata Rommy. 

Pewarta: Elza Elvia/Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.