Lepas dari Label, Agatha Chelsea Lepas Single Good Alone Secara Independen

Lepas dari Label, Agatha Chelsea Lepas Single Good Alone Secara Independen

Bagikan: JAKARTA - Penyanyi sekaligus aktris Agatha Chelsea menandai babak baru dalam perjalanan karier musi...

Bagikan:

JAKARTA - Penyanyi sekaligus aktris Agatha Chelsea menandai babak baru dalam perjalanan karier musiknya lewat peluncuran single terbaru berjudul Good Alone.

Melalui karya teranyarnya, penyanyi jebolan ajang Idola Cilik itu memilih jalan sebagai musisi independen demi mengeksplorasi identitas artistik yang lebih matang tanpa sekat batasan industri.

Keputusan Chelsea untuk keluar dari zona nyaman dan melepaskan diri dari naungan label rekaman konvensional menjadi kejutan menarik. Setelah berkecimpung di industri hiburan Tanah Air selama lebih dari satu dekade, dara 24 tahun itu merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengambil kendali penuh atas visi kreatifnya.

"Aku ingin musikku menjadi representasi yang jujur tentang siapa aku hari ini,” kata Agatha Chelsea dalam keterangannya, Jumat, 17 Juli.

β€œMenjadi independen memberiku ruang untuk membuat keputusan kreatif yang benar-benar berasal dari diriku sendiri, mulai dari musik, cerita, visual, hingga arah yang ingin kubangun sebagai seorang seniman," sambungnya.

Adapun β€œGood Alone” membawa pesan mendalam mengenai proses mencintai diri sendiri. Chelsea mengemas tema tentang bagaimana seseorang bisa menemukan kebahagiaan sejati secara mandiri, tanpa harus bergantung pada validasi dari sebuah hubungan asmara.

Dibalut dengan aransemen musik pop yang terasa intim dan lirik yang kontemplatif, lagu ini menyajikan sisi pendewasaan musikalitas Chelsea yang sangat autentik.

Menariknya, perubahan haluan karier Chelsea juga beriringan dengan citra baru yang ia usung sebagai intellectual artist. Latar belakang akademisnya di bidang psikologi dari Universitas Melbourne serta ketertarikannya pada dunia neuroscience turut memengaruhi kedalaman lirik serta emosi yang ia tuangkan ke dalam aransemen musik.

Riset ilmiah dan seni musik ternyata mampu berjalan beriringan di tangannya. Bahkan, dalam waktu dekat, Chelsea dijadwalkan untuk terbang ke Amerika Serikat guna melanjutkan studi Magister (S2) di Harvard Graduate School of Education demi mendalami kepemimpinan pendidikan, inovasi pembelajaran, serta neuroscience.

BACA JUGA:


Bagi Chelsea, dunia akademik yang digelutinya tidak akan pernah membunuh kreativitasnya dalam bermusik. Sebaliknya, kedua bidang tersebut justru saling menguatkan satu sama lain untuk melahirkan karya-karya yang penuh makna.

"Musik selalu menjadi cara bagiku memahami manusia. Neuroscience membantuku memahami bagaimana manusia berpikir, sementara musik membantuku memahami bagaimana manusia merasakan. Aku ingin terus membangun keduanya secara berdampingan," tuturnya.

Visi besar Chelsea untuk mengawinkan sains dan seni juga ia salurkan lewat platform edukasi NewronEdu yang didirikannya. Lewat platform tersebut, ia berupaya membumikan teori-teori rumit psikologi dan neuroscience agar lebih mudah dicerna oleh masyarakat luas.

Kini, lewat langkah awal perilisan β€œGood Alone”, Agatha Chelsea menegaskan dirinya siap membangun katalog musik yang jujur, bebas dari kekangan formula pasar, dan sepenuhnya menjadi representasi utuh dari jiwanya sebagai seorang musisi merdeka.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+