Ledakan Dahsyat Guncang Barak Militer Bolivia, 2 Tewas dan Puluhan Luka

Ledakan Dahsyat Guncang Barak Militer Bolivia, 2 Tewas dan Puluhan Luka

AKURAT.CO Ledakan dahsyat mengguncang sebuah barak militer di Bolivia pada Jumat sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Sedikitnya dua orang tewas dan 58 lainnya terluka, sementara jumlah korban dikhawatirkan masih dapat bertambah.

Ledakan terjadi di sebuah kompleks militer yang menjadi markas resimen artileri di Viacha, sekitar 30 kilometer dari ibu kota Bolivia, La Paz.

Menteri Pertahanan Bolivia Ernesto Justiniano mengatakan ledakan dipicu oleh material piroteknik yang berada di area barak.

Tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi untuk mencari kemungkinan korban lain di antara puing-puing bangunan.

Korban Tewas Diperkirakan Lebih Banyak

Jumlah korban jiwa masih simpang siur. Pejabat kesehatan setempat Rita Nebraska mengatakan kepada televisi lokal bahwa 10 hingga 15 orang diperkirakan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan laporan awal yang menyebut dua orang tewas.

Petugas masih melakukan pencarian di sekitar lokasi ledakan sehingga jumlah korban dapat berubah seiring proses evakuasi dan identifikasi.

Puluhan Rumah Rusak

Dampak ledakan tidak hanya dirasakan di dalam kompleks militer. Polisi melaporkan puluhan rumah di sekitar barak mengalami kerusakan, terutama kaca jendela yang pecah akibat kuatnya gelombang ledakan.

Petugas darurat masih menyisir puing-puing untuk memastikan tidak ada warga maupun personel militer yang terjebak.

Pejabat kesehatan juga memperingatkan adanya kemungkinan ledakan susulan. Warga diminta tidak mendekati lokasi dan menjaga jarak setidaknya 150 meter dari pangkalan militer.

Kembang Api Disimpan di Barak

Juru bicara kepolisian Roger Roca mengatakan kepada AFP bahwa sejumlah kembang api disimpan di dalam kompleks barak.

Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Otoritas belum memastikan apakah material tersebut menjadi sumber utama ledakan atau terdapat faktor lain yang memicu insiden.

Pemerintah setempat mengambil langkah berkabung setelah tragedi tersebut. Pemerintah Kota Viacha menetapkan tiga hari masa berkabung sebagai bentuk penghormatan bagi para korban.

Penyelidikan dan pencarian korban masih berlangsung, sementara aparat terus mengamankan area untuk mencegah risiko ledakan berikutnya.

Sumber: BBC