Lebih Ketat, 6 Akses Pelabuhan Sumatra-Jawa Sampai NTB Diseterilkan

Lebih Ketat, 6 Akses Pelabuhan Sumatra-Jawa Sampai NTB Diseterilkan

Jakarta, CNBC Indonesia - Enam infrastruktur pelabuhan penyeberangan utama, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar akan menerapkan program sterilisasi pelabuhan secara penuh. Kebijaka...

Jakarta, CNBC Indonesia - Enam infrastruktur pelabuhan penyeberangan utama, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar akan menerapkan program sterilisasi pelabuhan secara penuh. Kebijakan yang mulai berlaku pekan ini bertujuan meningkatkan standar keselamatan dan ketertiban operasional di kawasan pelabuhan.

Penerapan dilakukan setelah melalui masa transisi sejak soft launching pada 20 Juli 2026. Selama periode tersebut, operator bersama regulator dan instansi terkait melakukan penyempurnaan prosedur operasional, sosialisasi kepada pengguna jasa, hingga penguatan koordinasi di lapangan.

"Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan kawasan, melainkan perubahan budaya operasional yang memastikan setiap aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai standar. Kami percaya pelabuhan yang aman akan melahirkan perjalanan yang nyaman, operasional yang semakin andal, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan," ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Pada hari pertama pelaksanaan, pengendalian akses di kawasan pelabuhan dilakukan lebih ketat melalui penataan jalur masuk, pemanfaatan sistem digital, serta peningkatan pengawasan bersama regulator dan pemangku kepentingan.

Di Pelabuhan Merak, diterapkan One Gate System (OGS) untuk memperkuat pengendalian akses. Sementara Automatic Gate System diklaim mampu memangkas waktu pelayanan truk dari sekitar 10-15 menit menjadi hanya 1-2 menit sehingga arus kendaraan menjadi lebih efisien. Selain itu, dilakukan pula penataan pedagang, pendataan ulang pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan, serta penguatan fasilitas pengawasan.

Adapun di Pelabuhan Bakauheni, penataan difokuskan pada pengaturan jalur kendaraan, pembangunan kantong parkir sepeda motor, penyempurnaan rambu-rambu, hingga optimalisasi sistem pengendalian akses.

Sementara di lintasan Ketapang-Gilimanuk, implementasi lebih diarahkan pada peningkatan kepatuhan operasional melalui sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan, pengawasan penggunaan alat pelindung diri (APD), patroli gabungan, dan penerapan akses berbasis zonasi agar area operasional hanya dimasuki petugas yang berwenang.

Untuk Pelabuhan Kayangan dan Lembar, pengendalian akses diperkuat menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition, disertai peninjauan kawasan steril sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut.

Implementasi ini menjadi langkah penting setelah aturan mengenai sterilisasi pelabuhan diterbitkan beberapa tahun lalu, yakni sejak PM Nomor 91 Tahun 2021. Sterilisasi pelabuhan tidak hanya berkaitan dengan penataan kawasan, tetapi juga menjadi perubahan cara kerja dalam operasional pelabuhan yang mengedepankan aspek keselamatan.

"Sterilisasi merupakan langkah bersama dalam membangun budaya operasional yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada keselamatan. Ke depan, pelaksanaan ini akan terus dievaluasi dan disempurnakan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh pengguna jasa seluruh ekosistem pelabuhan," ujar Corporate Secretary ASDP Windy Andale.

(hoi/hoi) [Gambas:Video CNBC]