Lapas Narkotika Samarinda bekali narapidana terampil bertani - ANTARA News Kalimantan Timur
Program pembinaan ini kami rancang agar warga binaan memiliki keahlian agrikultur praktis yang sangat bermanfaat untuk menunjang perekonomian mereka setelah bebas nanti
Samarinda (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, membekali para narapidana dengan keterampilan bertani terapan sebagai modal kemandirian hidup bermasyarakat.
"Program pembinaan ini kami rancang agar warga binaan memiliki keahlian agrikultur praktis yang sangat bermanfaat untuk menunjang perekonomian mereka setelah bebas nanti," kata Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda Puang Dirham di Samarinda, Jumat.
Implementasi dari program pemberdayaan berkelanjutan tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyebaran 1.000 ekor bibit ikan nila ke dalam kolam area lembaga pemasyarakatan.
Selain fokus pada perikanan, para penghuni lapas juga telah memanen 15 kilogram terong ungu segar dengan memanfaatkan metode tanam dalam polibag plastik. Keterampilan bertani lain yang juga telah dilakukan yaitu budi daya lebah madu kelulut.
"Pemanfaatan lahan terbatas menggunakan polibag membuktikan bahwa kreativitas pembinaan tetap mampu menghasilkan ragam komoditas pangan yang sangat produktif," ujar Puang Dirham.
Ia melanjutkan, praktik budi daya agrikultur terpadu ini bertujuan untuk mengubah pola pikir para warga binaan agar menjadi individu yang jauh lebih produktif.
Keterlibatan langsung setiap peserta dalam merawat tanaman sayur mayur tersebut diyakini mampu menumbuhkan etos kerja keras serta rasa tanggung jawab.
"Keberhasilan sejati dari pembinaan ini tidak sekadar diukur dari banyaknya jumlah panen, tetapi pada perubahan karakter positif dan kemandirian mental mereka," tuturnya Puang Dirham.
Langkah pembinaan kemandirian bidang pertanian ini sekaligus menjadi bentuk dukungan institusi pemasyarakatan daerah terhadap penguatan ketahanan pangan berskala nasional.
Puang Dirham menyatakan pengalaman bercocok tanam dan memelihara ikan ini menjadi bekal kompetensi utama bagi mereka saat kembali berbaur mencari nafkah halal di tengah masyarakat luas.
"Kami sangat berharap bekal keahlian kerja nyata ini mampu mencegah mereka mengulangi kesalahan masa lalu dan siap menyongsong kehidupan baru yang lebih mandiri," ucap dia.
Pihak lembaga pemasyarakatan kini terus memantau perkembangan penguasaan materi praktik para narapidana agar seluruh tahapan edukasi pertanian berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Optimalisasi program pembinaan terpadu ini memberikan dampak terukur terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia secara merata di dalam lingkungan pemasyarakatan setempat.
"Melalui semangat kemandirian agrikultur ini, warga binaan membuktikan bahwa masa hukuman merupakan momentum emas untuk memperbaiki diri dan berkontribusi langsung bagi ketahanan pangan," kata Puang Dirham.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.