Lakukan Langkah Berani Ini bila Bunda Sering Merasa Tak Didengar dan Tak Dihargai

Lakukan Langkah Berani Ini bila Bunda Sering Merasa Tak Didengar dan Tak Dihargai

Jakarta -

Bunda sering merasa tidak didengar dan tidak dihargai ketika berbicara dengan orang lain? Perlakuan seperti itu bisa terasa melelahkan dan bikin hati kesal.

Menurut pakar dari City University of New York (CUNY) School of Public Health, Bruce Y. Lee, M.D., M.B.A, merasa tidak dilihat atau didengar merupakan masalah umum dalam situasi kerja dan sosial, serta dalam kehidupan secara umum. Hal itu bisa menjadi alasan mengapa seseorang tidak bahagia dalam pekerjaan, hubungan, atau kehidupannya.

"Sejak kita lahir, kita semua memiliki kebutuhan yang terus-menerus akan hadirnya untuk memperhatikan kita. Terlepas dari seberapa mandiri kita, rasa percaya diri, identitas, rasa aman, dan kebahagiaan dapat terkait dengan bagaimana orang-orang di sekitar memandang," kata Lee, dilansir Psychology Today.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ada banyak alasan orang enggan mendengar atau menghargai orang lain. Ini biasa karena jenis kelamin atau identifikasi gender, latar belakang ras atau etnis, kepribadian, atau perbedaan tujuan dalam organisasi, komunitas, atau lingkaran sosial.

Bagi para pemimpin, mendapatkan perlakuan 'tidak didengar dan tidak dihargai' bisa menimbulkan masalah besar. Sebaliknya, mereka juga perlu memastikan bahwa setiap orang merasa diperhatikan dan didengarkan, Bunda.

"Dalam sebuah organisasi atau lingkungan sosial, pemimpinlah yang cenderung menentukan suasana. Pemimpin harus mengambil inisiatif untuk secara teratur mengatakan kepada setiap orang, 'Saya ingin mengenal kamu dan mendengar apa yang ingin kamu sampaikan', dan bersungguh-sungguh," ungkap Lee.

"Pemimpin tersebut kemudian dapat mengulangi apa yang telah didengarnya kepada setiap orang untuk memastikan bahwa pesan tersebut telah diterima dengan benar, dan kemudian bertindak positif berdasarkan apa yang telah disampaikan."

Pada kenyataannya, tidak banyak pemimpin yang meluangkan waktu atau upaya untuk melakukan hal tersebut. Bila hal itu dialami oleh Bunda, Lee menyarankan untuk berani bicara.

"Jika kamu merasa tidak didengar atau tidak diperhatikan dalam suatu organisasi atau lingkungan sosial, mulailah dengan berbicara kepada siapa pun yang memimpin keseluruhan organisasi tersebut," ujar Lee.

Menurut Lee, kita dapat menggunakan kata-kata yang spesifik saat mengutarakan kegundahan, seperti, 'Saya merasa tidak didengar atau diperhatikan'. Bersikap langsung dapat membantu menentukan apakah pengabaian terhadap kita adalah kelalaian yang jujur atau tidak.

"Jika pemimpin tersebut peduli, maka ia akan segera menyatakan keprihatinannya dan mulai mendengarkan apa yang ingin kita sampaikan serta bekerja sama untuk memperbaiki situasi tersebut," kata Lee.

"Namun, jika pemimpin tersebut terus berbicara tentang dirinya sendiri lagi, mengklaim bahwa ia memang mendengar dan melihat, atau bahkan menyalahkan kita karena tidak didengar atau dilihat, maka kita sudah mendapatkan jawabannya," lanjutnya.

Sebagian besar hal tersebut juga berlaku untuk situasi pribadi, seperti dengan teman atau pasangan. Perbedaannya adalah ketika kita dan orang lain memiliki kekuatan yang sama, termasuk kesetaraan tanggung jawab untuk saling mendengarkan dan memahami.

"Jadi, bijaksana untuk memulai dengan bahasa yang lebih saling pengertian, seperti, 'Saya merasa tidak diperhatikan atau didengarkan. Apakah saya melakukan sesuatu yang salah? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengubah ini?'," ungkap Lee.

"Sekali lagi, jika orang lain benar-benar peduli pada kita, maka dia akan dengan sungguh-sungguh mencoba memahami perasaan kita dan bekerja sama untuk memperbaiki situasi tersebut."

Jika Bunda merasa bahwa orang itu tidak memiliki minat yang tulus untuk mengatasi kekhawatiran kita, mungkin sudah saatnya untuk pergi dan mencari situasi yang lebih baik. Ingat, kita bukanlah tumpukan debu yang bisa begitu saja disapu di bawah karpet atau disapu oleh robot penyapu lantai.

Terlalu lama diabaikan dan tidak diperhatikan dapat berdampak negatif secara emosional, psikologis, dan bahkan fisik. Hidup terlalu singkat untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang tidak peduli untuk benar-benar melihat atau mendengar kita, Bunda.

Demikian langkah yang dapat dilakukan bila Bunda merasa tidak didengar atau tidak dihargai. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)