KSPSI jadikan gedung buruh Surabaya pusat konsolidasi pekerja - ANTARA News Jawa Timur

KSPSI jadikan gedung buruh Surabaya pusat konsolidasi pekerja - ANTARA News Jawa Timur
Ini merupakan kantor serikat pekerja terbesar di Asia sekarang

Surabaya (ANTARA) - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menjadikan gedung serikat pekerja di Surabaya, Jawa Timur, sebagai pusat konsolidasi, pendidikan, pelatihan, dan advokasi bagi pekerja di provinsi setempat.

“Ini merupakan kantor serikat pekerja terbesar di Asia sekarang. Kami berharap teman-teman KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) di Jawa Timur dapat memaksimalkan manfaat gedung ini,” kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea saat peresmian gedung KSPSI di Surabaya, Jumat.

Andi mengatakan gedung tersebut merupakan bangunan lama yang berdiri sejak 1988 dan telah direnovasi selama hampir tujuh bulan. Keberadaan gedung itu diharapkan dapat memperkuat konsolidasi serikat pekerja, termasuk melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, dan advokasi.

Menurut Andi, Surabaya dipilih karena Jawa Timur merupakan salah satu basis kekuatan buruh terbesar di Indonesia. Selain itu, Surabaya dinilai sebagai salah satu gerbang utama Indonesia.

Ia berharap konsolidasi buruh tidak hanya Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) saja, tetapi mencakup seluruh konfederasi yang tergabung dalam koalisi besar agar dapat bersatu untuk menjaga investasi, hubungan industrial dengan baik.

"Dan tentunya berjuang untuk undang-undang ketenagakerjaan,” ujarnya.

Ia berharap gedung tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh konfederasi yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia, tidak hanya satu organisasi.

Andi juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) beserta jajaran atas perhatian terhadap kalangan buruh. Menurut dia, komunikasi antara gerakan buruh dan kepolisian selama ini penting untuk menjaga hubungan industrial.

Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.