Kronologi Shin Tae-yong Dihukum Larangan Melatih 10 Tahun di Korea
Jakarta -
Shin Tae-yong dihukum larangan melatih 10 tahun di Korea Selatan. Begini kronologi kasus yang menimpa pelatih baru Persija Jakarta itu.
Federasi Sepakbola Korea (KFA) menjatuhkan hukuman berat ke STY pada Jumat (24/7). Pelatih berusia 55 tahun dilarang melatih di Korea selama 10 tahun.
Hukuman bermula saat STY melatih Ulsan HD, Agustus sampai Oktober 2025. Eks pelatih Timnas Indonesia itu kesulitan sehingga cuma dua bulan melatih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Ulsan HD, STY berseteru dengan pemainnya. Masalah komunikasi dan gaya melatih menjadi penyebabnya.
Rumor macam-macam sempat beredar. Salah satunya soal Shin Tae-yong yang terlalu hobi main golf sampai membawa peralatan sendiri saat melakoni laga tandang.
Beberapa pemain juga menyebut STY berani melakukan kontak fisik saat melatih. Hal itu kemudian terbukti dalam sebuah video yang viral.
STY tampak menampar salah satu pemainnya, Jung Seung-hyun. Di akhir musim, Jung kemudian menyindir STY soal gaya melatihnya.
"Perilaku semacam itu tidak sesuai untuk masyarakat modern," katanya.
Melansir KBS, Komisi Fair Play KFA kemudian membuka proses penyelidikan. STY resmi diinvestigasi pada Desember 2025.
Setelah 8 bulan, Shin Tae-yong akhirnya resmi dinyatakan bersalah. Pelatih yang juga pernah menukangi Timnas Korea itu dihukum berat dengan larangan melatih di Korea selama 10 tahun.
Melansir KBS, sanksinya bisa mencakup penangguhan lisensi kepelatihan, larangan berpartisipasi dalam kegiatan sepakbola domestik, dan bahkan pengusiran permanen. KFA tidak mengonfirmasi bentuk-bentuk sanksi disiplin yang spesifik dan tidak memberikan informasi lebih lanjut.
Sanksi ini datang tak lama Shin Tae-yong menerima tawaran pekerjaan di Persija Jakarta. Klub raksasa di Indonesia itu akhirnya turut angkat suara soal sanksi yang dijatuhkan kepada pelatih barunya itu.
"Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA)," bunyi keterangan Persija Jakarta.
"Persija akan terus mengikuti perkembangan dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, sebelum mengambil keputusan resmi," jelas Macan Kemayoran.
(yna/ran)