Kerugian kebakaran pasar Sungai Duri Kalbar diperkirakan Rp70 miliar - ANTARA News Bengkulu

Kerugian kebakaran pasar Sungai Duri Kalbar diperkirakan Rp70 miliar - ANTARA News Bengkulu

Bengkayang (ANTARA) - Kerugian materiil akibat kebakaran yang melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (20/8) diperkirakan mencapai Rp70 miliar.

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan, nilai kerugian tersebut masih merupakan perkiraan sementara, mencakup 50 unit bangunan/ruko beserta berbagai barang dagangan dan harta benda yang ikut terbakar. 

“Kerugian materiil sementara diperkirakan kurang lebih Rp70 miliar, terdiri atas 50 unit bangunan atau ruko serta sembako, barang elektronik dan barang berharga lainnya,” kata Syahirul Awab di Bengkayang, Jumat. 

Ia mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB pada Kamis setelah warga mengetahui adanya api dari salah satu ruko di kawasan Pasar Sungai Duri, Jalan Wiraguna, Dusun Suka Damai, Desa Sungai Duri. Lokasi ini berada di ruas jalan nasional Pontianak menuju Kota Singkawang.

Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Sungai Raya, Pemerintah Desa Sungai Duri, dan petugas pemadam kebakaran. Proses pemadaman selanjutnya melibatkan pemadam kebakaran swadaya bersama masyarakat serta personel TNI-Polri.

Syahirul mengatakan sebanyak 33 unit kendaraan pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah dikerahkan untuk menjinakkan api. Bantuan datang dari Kabupaten Bengkayang, Singkawang, Mempawah, hingga wilayah lainnya.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.10 WIB oleh gabungan tim pemadam kebakaran,” ujarnya.

Selain petugas pemadam, sebanyak 77 personel TNI-Polri turut dikerahkan untuk membantu pemadaman, pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, serta membantu warga mengamankan barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

Kapolres mengatakan kebakaran menghanguskan 50 unit bangunan yang terdiri atas ruko, toko, warung, gudang, hingga rumah pribadi. Sejumlah bangunan di antaranya merupakan tempat usaha sembako, elektronik, perabot rumah tangga, toko bangunan, toko emas, apotek, bengkel, warung kopi, dan usaha lainnya.

“Bangunan yang terbakar berada dalam posisi saling berdekatan sehingga api cepat membesar dan menyebar. Sebagian besar bangunan juga terbuat dari kayu dan merupakan bangunan lama,” katanya.

Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Fendi (33) sempat mendapat perawatan di RS Rubini Mempawah karena mengalami sesak napas setelah menghirup asap dan sempat pingsan.

"Tidak ditemukan luka pada korban," ujarnya.

Syahirul mengatakan polisi telah melakukan pengamanan dan sterilisasi lokasi serta memasang garis polisi untuk mempertahankan kondisi tempat kejadian perkara. Petugas juga melakukan pendinginan terhadap puing-puing bangunan guna memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Terkait penyebab kebakaran, Kapolres mengatakan hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui sumber api dan faktor yang menyebabkan kebakaran.

“Tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan kebakaran sehingga perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Polisi juga akan berkoordinasi dengan PLN terkait normalisasi jaringan listrik setelah proses penanganan kebakaran serta dengan pihak terkait untuk membersihkan puing-puing bangunan yang tersisa.

Kades Sungai Duri Hariyanto mengatakan, warga yang terdampak kebakaran tersebut sebanyak 39 kepala keluarga yang terdiri dari lansia 22 orang, balita 12 orang dan dewasa 85 orang.

"Total ada 119 orang yang terdiri dari dua rukun tetangga (RT) yakni RT 01 dan RT 02," ujarnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan posko di aula kantor desa Sungai Duri.

Pewarta: Narwati
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.