Kepala Bappenas sebut gradasi El Nino miliki pengaruh luar biasa besar
Kepala Bappenas sebut gradasi El Nino miliki pengaruh luar biasa besar
Selasa, 4 Agustus 2026 15:30 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy (keenam dari kiri) dalam agenda Dialog Nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat”, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (4/8/2026). ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan gradasi fenomena El Nino memiliki pengaruh luar biasa besar.
“El-Nino, La-Nina, itu bukan sesuatu yang baru, tetapi gradasinya makin hari, makin tahun, ternyata pengaruhnya luar biasa besarnya,” kata Rachmat Pambudy dalam agenda Dialog Nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat”, di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa.
Dia menerangkan bahwa persoalan iklim tidak bisa dianggap sepele karena perubahan iklim, terutama menyangkut kenaikan suhu lingkungan, berpengaruh besar terhadap kondisi alam Indonesia.
Isu iklim sendiri disebut sudah lebih dari 20 tahun berkembang yang kemudian telah disikapi oleh sejumlah negara seperti India dalam menyiapkan antisipasi menghadapi persoalan kekeringan, masalah kebanjiran, mitigasi masalah penyakit, hingga perbaikan tanaman yang rentan terhadap perubahan cuaca.
Dalam konteks ini, pihaknya bertanggung jawab pada perencanaan nasional, terutama perihal isu pangan, energi, dan air yang berpengaruh pada kondisi iklim Indonesia.
“Kita harus memastikan bahwa respons yang kita bangun (dalam menghadapi perubahan iklim) tidak hanya lagi bersifat reaktif, melainkan sebuah aksi dini atau early action yang terpadu, terukur, dan berakar kuat pada analisis iklim kita. Dengan fondasi sains dan kerja sama lintas sektor, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan roda pembangunan nasional, tapi membuktikan ketangguhan bangsa Indonesia terhadap dinamika iklim global,” kata Kepala Bappenas.
Rachmat Pambudy menekankan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi institusi yang sangat berperan dalam menjaga kepastian pangan, energi, dan air.
Khusus soal air, dia mengingatkan Indonesia sebagai negara kepulauan sudah seharusnya menjadi persoalan manajemen.
“Negara kepulauan seharusnya tidak perlu kekurangan air dan tidak perlu kelebihan air, karena dua-duanya bisa kita atasi. Namun ini semua tergantung kesiapan BMKG,” ujar dia lagi.
“Persoalan iklim, khusus di Indonesia, seharusnya juga bisa kita atasi dengan cara mempelajari apa yang sudah pernah terjadi. Khusus untuk masa yang akan datang, iklim berpengaruh kepada persoalan yang menyangkut masalah pencemaran lingkungan kita, dan paling penting berpengaruh pada net zero emission yang menjadi target kita, target tahun 2029, target 2060, yang menjadi bagian dari pekerjaan nasional kita,” ujar Menteri PPN itu pula.
Pewarta : M Baqir Idrus Alatas
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026