Kepala Bapanas pastikan data penerima bantuan beras tepat sasaran
Kepala Bapanas pastikan data penerima bantuan beras tepat sasaran
Minggu, 6 September 2026 19:35 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah), didampingi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) menyerahkan bantuan pangan kepada penerima manfaat. ANTARA/HO-Bapanas
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan data penerima bantuan pangan beras terus diperbarui agar penyaluran tepat sasaran sekaligus membantu menekan gejolak harga beras nasional.
Amran mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dalam memastikan data penerima bantuan pangan beras yang digunakan sesuai dengan kondisi masyarakat yang berhak menerima bantuan.
"Mengenai data penerima yang digunakan dalam program bantuan pangan beras, kami berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial," kata Amran terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi basis data Penerima Bantuan Pangan (PBP) merupakan pembaruan yang dirilis Badan Pusat Statistik per 10 Juli 2026 dan telah melalui proses penyaringan oleh Kementerian Sosial.
Data tersebut kemudian diterima Bapanas untuk ditetapkan dan disampaikan kepada Perum Bulog sebagai pelaksana penyaluran bantuan pangan beras, sementara koordinasi dengan Kementerian Sosial terus dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran penerima.
"Itu datanya kami terima dari Kemensos. Data kami tanda tangani (lalu) kirim ke Bulog. Jadi yang mengeksekusi (penyaluran bantuan pangan beras) Bulog, tapi nanti kami koordinasi (Kemensos)," jelas Amran.
Adapun pemerintah saat ini melaksanakan program intervensi bantuan pangan beras yang menyasar 33,24 juta penerima bantuan pangan dengan alokasi Juli, Agustus, dan September. Hal itu sebagai upaya menekan harga komoditas beras tetap stabil dan terjaga.
Program bantuan pangan beras menyasar PBP yang termasuk kelompok desil 1 sampai 4. Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Desil 1 sampai 4 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.
Bapanas memastikan program bantuan pangan beras tahap kedua tersebut dapat berjalan semakin baik, mulai dari teknis penyaluran ke PBP maupun bukti administrasi.
"Komitmen pemerintah dalam komando Presiden Prabowo Subianto adalah untuk dapat mengantarkan bantuan pangan beras hingga diterima masyarakat sampai di lokasi titik terjauh," ucap Amran.
Bapanas memastikan pula pelaksanaan bantuan pangan beras tahap kedua tidak sampai melewati akhir tahun seperti sebelumnya. Titik pembagian juga dapat dilaksanakan di lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), apabila memungkinkan.
"Terkait titik pembagian bantuan pangan beras, apabila terdapat kendala di kantor desa atau kelurahan, Bapanas merekomendasikan dapat pula menggunakan KDKMP sebagai alternatif," beber Amran.
Pemerintah melalui Bapanas resmi menugaskan Perum Bulog untuk penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026 yang akan menyasar 33.244.408 penerima bantuan pangan (PBP).
Program prorakyat bantuan pangan beras tahap kedua itu merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto. Total beras yang akan disalurkan sebanyak 997,2 ribu ton akan digelontorkan kepada 33.244.408 PBP, yang asing-masing 10 kg dengan alokasi tiga bulan.
Adapun realisasi penyaluran bantuan pangan tahap pertama yang merupakan alokasi Februari dan Maret tahun 2026 telah berhasil menyasar ke 33,14 juta penerima bantuan pangan atau 99,7 persen dari target 33,24 PBP. Sementara total beras yang tersalurkan sebanyak 664,88 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 132,97 ribu kiloliter.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026