Kenapa Banyak Orang Suka Aroma Bensin?
Jakarta -
Ada orang yang justru menikmati aroma bensin saat mengisi bahan bakar. Bau yang bagi sebagian orang menyengat itu ternyata bisa memunculkan respons menyenangkan.
Dikutip dari Discover, aroma khas bensin salah satunya berasal dari benzena. Senyawa ini membantu meningkatkan kadar oktan dan membuat bahan bakar lebih efisien. Benzena juga mudah terdeteksi oleh hidung meski dalam jumlah kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, kenapa baunya bisa terasa menyenangkan?
Ilustrasi mobil isi bensin Foto: dok. Getty Images/iStockphoto/senkaya
Salah satu alasannya berkaitan dengan memori. Aroma memiliki hubungan erat dengan bagian otak yang mengatur emosi dan pembentukan ingatan. Fenomena ini sering disebut sebagai Proust phenomenon, yang menggambarkan bagaimana aroma tertentu bisa memunculkan kenangan masa lalu.
Pada aroma bensin, kenangan tersebut bisa berasal dari masa kecil. Misalnya saat ikut orang tua bepergian dengan mobil, belajar mengendarai kendaraan, atau membantu memotong rumput menggunakan mesin.
Karena itu, bau bensin bisa secara tidak langsung mengingatkan seseorang pada masa yang dianggap lebih sederhana dan menyenangkan.
Selain faktor nostalgia, benzena juga memiliki efek menekan sistem saraf. Artinya, menghirupnya dapat memberikan sensasi seperti sedikit "terbang" atau buzz.
Ilustrasi Pengisian Bensin di SPBU Pertamina Foto: Pertamina
Meski begitu, bukan berarti menghirup bensin merupakan kebiasaan yang aman. Paparan pelarut secara rutin dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan keseimbangan, demensia, hingga kerusakan ginjal tertentu.
Jadi, kalau sesekali mencium aroma bensin saat mengisi BBM dan tiba-tiba teringat masa kecil, kemungkinan besar itu bukan sekadar soal suka bau bensin. Ada memori yang ikut bekerja di baliknya.
Namun, jangan sengaja menghirup aroma bensin. Bau yang terasa menyenangkan bukan berarti aman dihirup.
(sfn/dry)