Kemenko Pemberdayaan Masyarakat pastikan SMK Go Global berjalan baik - ANTARA News Jawa Timur

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat pastikan SMK Go Global berjalan baik - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat memastikan program SMK Go Global berjalan dengan baik sebagai bagian dari strategi nasional pengentasan pengangguran dan penguatan kesejahteraan masyarakat.

"Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyebut penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri harus berlangsung secara prosedural, aman, dan terlindungi serta menjadi bagian dari strategi nasional pengentasan pengangguran dan penguatan kesejahteraan masyarakat," kata Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Abdul Haris di sela Pengecekan Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Balai Diklat Industri Surabaya, Kamis.

Abdul Haris yang juga selaku Wakil Ketua III, Satuan Tugas Percepatan SMK Go Global dalam keterangannya di Surabaya mengatakan pelaksanaan program SMK Go Global Tahap 1 diikuti 14.523 pendaftar dan setelah dilakukan seleksi administrasi, tes tertulis dan wawancara sebanyak 3.340 peserta dinyatakan lolos.

"Selanjutnya menggunakan pendekatan berbasis kebutuhan pasar atau demand-driven dilakukan pelatihan upskilling bagi calon Pekerja Migran yang telah memiliki dasar kompetensi tersebut yang tersebar pada 167 kelas di 20 wilayah kerja Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI)," katanya.

Untuk BP3MI Jawa Timur, kata dia, pelatihan SMK Go Global Tahap 1 dilaksanakan di Balai Diklat Industri Surabaya dan Politeknik Kesehatan Malang.

"Pelatihan CPMI di Balai Diklat Industri Surabaya berfokus pada bidang operator produksi untuk memenuhi job order dari Taiwan dan Malaysia yang diikuti oleh 100 peserta," katanya.

Ia berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memberi pengalaman kerja di luar negeri.

Pada tahap selanjutnya, lanjut dia, para Pekerja Migran Indonesia perlu meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi pasar kerja luar negeri dengan standar gaji yang lebih tinggi.

"Diharapkan melalui program ini, tingkat kesejahteraan masyarakat terutama keluarga PMI dapat meningkat," katanya.

BP3MI Jawa Timur melaporkan rencana Kerja sama dengan Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika Malang, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Politeknik Kesehatan Surabaya, Politeknik Negeri Jember dan Politeknik Negeri Madura sebagai mitra pelaksana SMK Go Global pada tahap selanjutnya.

Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.