KEK Industropolis Batang raih predikat Anugerah Adi Hijau

KEK Industropolis Batang raih predikat Anugerah Adi Hijau

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, memantapkan posisinya sebagai pelopor kawasan industri hijau di Indonesia dan pembangunan berkelanjutan kembali ANTARA News jateng peristiwa ...

KEK Industropolis Batang raih predikat Anugerah Adi Hijau

Selasa, 28 Juli 2026 15:33 WIB

Image Print

Tanya Liwail Chamdy, Kepala Departemen Corporate Communication & CSR KEK Industropolis Batang saat menerima penghargaan Predikat Anugerah Adi Hijau pada ajang Jateng Green Industry Summit 2026: Collaborating, Awarding & Signing. (ANTARA/HO-Humas KEK Batang)

Batang (ANTARA) - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, memantapkan posisinya sebagai pelopor kawasan industri hijau di Indonesia dan pembangunan berkelanjutan kembali mendapat predikat Anugerah Adi Hijau dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Tanya Liwail Chamdy, Kepala Departemen Corporate Communication dan CSR KEK Industropolis Batang Tanya Liwail Chamdy di Batang, menegaskan bahwa transformasi hijau yang dilakukan bukan sekadar program seremonial.

"Kami meyakini bahwa industri hijau tidak cukup hanya menjadi komitmen saja tetapi harus diwujudkan melalui implementasi yang nyata," katanya.

Langkah nyata itu diwujudkan melalui tata kelola ESG yang terstruktur yang meliputi pembentukan struktur dan fungsi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara terintegrasi, penyusunan peta jalan, pelaksanaan penilaian mandiri, serta penerbitan laporan keberlanjutan.

Selain itu, pengelola juga secara rutin melakukan pengukuran emisi gas rumah kaca pada Scope 1, 2, dan 3 sebagai dasar penyusunan strategi dekarbonisasi kawasan.

Ia mengatakan komitmen berkelanjutan ini selaras dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita terutama pada poin memperkuat transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri dan pembangunan berkelanjutan.

"KEK Industropolis Batang juga secara konsisten memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi ESG," katanya.

Menurut dia, ke depan, kawasan seluas 4.300 hektare ini akan terus memperkuat implementasi industri hijau dengan target penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dan pelaksanaan Independent ESG Assessment.

Kolaborasi dengan pemerintah, tenant, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya terus digalakkan untuk mempercepat terwujudnya kawasan industri global yang berkelanjutan.

Menurut dia, saat ini, KEK Industropolis Batang telah menjadi rumah bagi 96 tenant terdiri atas 41 tenant industri, 38 tenant komersial, dan 17 tenant BPSP.

"Kawasan ini mencatatkan total investasi sebesar Rp23 triliun dengan luas lahan tersewa mencapai 442,2 hektare serta menyerap 26.871 tenaga kerja," katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.