Kebiasaan Orang Tua yang Diam-Diam Membuat Anak Minder, Psikolog Ungkap Cara Menghindarinya

Kebiasaan Orang Tua yang Diam-Diam Membuat Anak Minder, Psikolog Ungkap Cara Menghindarinya

 Lifestyle Minggu, 12 Juli 2026 - 13:19 WIB VIVA – Setiap orang tua tentu ...

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:19 WIB

VIVA – Setiap orang tua tentu ingin melihat anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi terbaiknya. Namun tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari justru dapat membuat anak merasa minder dan ragu terhadap kemampuan dirinya sendiri. Padahal, rasa percaya diri merupakan bekal penting yang membantu anak berani mencoba hal baru, berinteraksi dengan lingkungan, hingga mengasah berbagai bakat yang dimilikinya.

Baca Juga

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran orang tua terhadap perkembangan anak cukup tinggi. Hasil Talker Research mengungkapkan sebanyak 64 persen orang tua merasa khawatir anak mereka belum mampu mencapai potensi terbaiknya. Sementara itu, 66 persen mengaku cemas terhadap tumbuh kembang anak, dan 92 persen ingin memberikan kesempatan terbaik agar si kecil dapat berkembang secara optimal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya asupan nutrisi, stimulasi yang tepat juga menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan anak. UNICEF melalui laporan Early Childhood Development: UNICEF Vision for Every Child (2023) menyebutkan bahwa nutrisi yang baik, disertai stimulasi sejak usia dini, menjadi fondasi utama agar anak dapat tumbuh optimal, percaya diri, kreatif, sekaligus memiliki kemampuan sosial yang baik.

Baca Juga

Lalu, kebiasaan seperti apa yang sebaiknya dihindari orang tua agar anak tidak tumbuh dengan rasa minder?

1. Terlalu Fokus pada Hasil Akhir

Baca Juga

Tidak sedikit orang tua yang hanya memberikan apresiasi ketika anak berhasil memperoleh nilai tinggi, memenangkan perlombaan, atau mencapai target tertentu. Padahal, anak juga membutuhkan penghargaan atas usaha yang telah ia lakukan.

Ketika proses belajar dihargai, anak akan memahami bahwa mencoba dan belajar merupakan bagian penting dari perkembangan dirinya. Sebaliknya, jika hanya hasil yang dihargai, anak cenderung takut gagal dan enggan mencoba hal baru.

2. Jarang Memberikan Kesempatan untuk Bereksplorasi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anak belajar mengenali kemampuan dirinya melalui berbagai pengalaman. Jika orang tua terlalu sering melarang atau membatasi eksplorasi karena khawatir anak melakukan kesalahan, kesempatan mereka untuk belajar pun menjadi lebih sempit.

Memberikan ruang yang aman untuk mencoba aktivitas baru dapat membantu anak mengembangkan kreativitas sekaligus membangun rasa percaya diri.

Halaman Selanjutnya

3. Membandingkan Anak dengan Orang Lain