Kebakaran Hutan di Prancis, 20 Ribu Wisatawan dan Warga Dievakuasi

Kebakaran Hutan di Prancis, 20 Ribu Wisatawan dan Warga Dievakuasi

Jakarta - Lebih dari 20 ribu orang, sebagian besar wisatawan, dievakuasi setelah kebakaran hutan melanda Le Porge, kawasan pesisir di barat daya Prancis.Api yang mulai muncul pada Rabu terus meluas hingga Kamis...

Jakarta -

Lebih dari 20 ribu orang, sebagian besar wisatawan, dievakuasi setelah kebakaran hutan melanda Le Porge, kawasan pesisir di barat daya Prancis.

Api yang mulai muncul pada Rabu terus meluas hingga Kamis lalu. Kebakaran menghanguskan sekitar 3.100 hektare hutan pinus di dekat wilayah penghasil anggur Medoc, tak jauh dari Kota Bordeaux.

Meski satu rumah dilaporkan hancur, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Otoritas setempat mengevakuasi sekitar 12 ribu wisatawan dan warga dari area perkemahan serta akomodasi liburan pada Rabu malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keesokan harinya, 8.800 orang lainnya kembali dipindahkan dari lokasi perkemahan yang berada di jalur kobaran api. Sekitar 700 petugas pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api.

Sejumlah pesawat pemadam juga dikerahkan untuk menjatuhkan air dari udara, sementara kobaran api di beberapa titik mencapai ketinggian hingga 10 meter.

Mengutip France24, Senin (27/7/2026) penyebab kebakaran masih diselidiki. Namun, Wali Kota Le Porge, Martial Zaninetti, menyebut api diduga dipicu kecelakaan saat penggunaan mesin pembersih semak.

Warga yang tinggal di tepi hutan, Patrick Martineau, mengatakan proses evakuasi berlangsung mendadak. "Polisi datang mengetuk pintu semua rumah," ujarnya.

"Ini cukup menakutkan. Saat membeli rumah di sini, kami tidak pernah membayangkan akan ada risiko kebakaran seperti ini," tambahnya.

Wisatawan asal Belgia, Elke Urbain, mengaku sedang berada di pantai ketika diminta kembali ke tempat berkemah untuk mengambil barang-barangnya sebelum dievakuasi bersama dua putrinya.

"Kami sedang berada di pantai, lalu diberi tahu untuk kembali ke tempat berkemah mengambil barang-barang kami. Kami tidak takut karena dirawat dengan baik, tetapi kami sedih untuk warga setempat," jelas Urbain.

Adapun warga yang dievakuasi, Bernard Roche, menilai cuaca kering memperparah kondisi. "Hutan benar-benar sangat kering dalam beberapa hari terakhir," ungkap Roche.

Kebakaran itu menjadi yang terbaru setelah Prancis mengalami tiga gelombang panas sejak Mei. Menurut badan meteorologi Meteo-France, perubahan iklim membuat periode kekeringan semakin panjang dan meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Sebelumnya, pada 2022, kebakaran di kawasan yang sama menghanguskan sekitar 30 ribu hektare hutan dan memaksa 50 ribu orang mengungsi.

(upd/ddn)