Karyawan EA Khawatir Perusahaan Dipegang Arab Saudi Bikin Mereka Tidak Nyaman

Karyawan EA Khawatir Perusahaan Dipegang Arab Saudi Bikin Mereka Tidak Nyaman

Karyawan EA Arab Saudi

Karyawan EA Arab Saudi – Pada awal bulan Agustus 2026, perusahaan Electronic Arts atau EA sudah resmi dipegang oleh beberapa pihak dimana salah satunya Public Investment Fund (PIF) dari Arab Saudi. Hal ini memunculkan banyak pertanyaan bakal seperti apa masa depan dari perusahaan EA kedepannya.

Dan ternyata perusahaan EA yang kini dipegang Arab Saudi membuat banyak karyawan di sana merasa tidak nyaman. Kira-kira apa alasan mereka?

Alasan Kekhawatiran Karyawan EA Terhadap Perusahaan Dipegang Arab Saudi

Karyawan EA
Apa alasan kekhawatiran mereka terhadap bagaimana pihak PIF dari Arab Saudi menjadi salah satu pemegang perusahaan EA?

Berdasarkan laporan dari Game Developer, karyawan EA mengungkap rasa kekhawatiran mereka terhadap kondisi dimana salah satu pihak yang memegang perusahaan tersebut adalah PIF dari Arab Saudi.

Apa yang mereka khawatirkan adalah bagaimana pihak PIF diduga menggunakan akuisisi terhadap perusahaan EA sebesar $55 miliar sebagai cara untuk melakukan sportwashing ataupun pixelwashing. Dengan kata lain para karyawan menduga PIF berupaya untuk memperbaiki citra publik dan mengalihkan pelanggaran HAM yang pernah dilakukan pemerintah Arab Saudi.

Meski pihak Manajemen mengklaim mereka menjamin budaya perusahaan tidak akan berubah, para karyawan justru cemas proyek game mereka yang mengusung nilai diversitas, inklusivitas, ataupun tema LGBTQ+ tidak akan disetujui. Bahkan mereka berspekulasi game-game seperti itu sengaja tidak diajukan oleh internal EA agar tidak memicu konflik dengan pemilik baru perusahaan.

Dengan kondisi tersebut, banyak karyawan mengungkap rasa tidak nyaman mereka dan mengalami krisis moral. Itu karena mereka merasa bekerja di bawah pihak Arab Saudi dinilai represif dan diskriminatif terhadap kelompok ataupun minoritasnya.

Perasaan Dilema Dialami oleh Karyawan

Karyawan EA Arab Saudi
Banyak karyawan merasa dilema dengan kondisi perusahaan saat ini

Berdasarkan sumber yang sama, karyawan EA juga mengungkap bagaimana mereka dilema dengan kondisi perusahaan saat ini. Mereka merasa berada dalam posisi terjebak dan tidak punya pilihan lain mengundurkan diri. Hal ini disebabkan mengingat dengan kondisi industri video game saat ini yang sedang lesu dan minimnya lowongan kerja.

Selain itu mereka juga khawatir dengan kondisi dimana akuisisi perusahaan EA didanai oleh sebuah paket utang sebesar $20 miliar. Hal ini diduga bisa menjadi pemicu adanya efisiensi biaya dan juga pembatalan terhadap proyek game EA yang kurang menguntungkan. Apalagi adanya potensi terjadinya PHK karyawan lagi dimana hal seperti itu hampir tidak bisa dihindari lagi.

EA Arab Saudi
Electronic Arts

Itulah informasi mengenai kekhawatiran karyawan EA terhadap resminya perusahaan dipegang oleh pihak PIF dari Arab Saudi. Bagaimana menurut kalian dengan informasi ini?


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait EA atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Muhammad Faisal

"Editor dan Veteran Game Gacha di Gamebrott." Ia adalah seorang Gamer yang telah aktif mengamati dan menganalisis perkembangan game gacha selama lebih dari satu dekade sejak tahun 2013, memberikannya pemahaman mendalam tentang tren pasar dan mekanika game berdasarkan pengalaman pribadi. Pengalamannya yang luas terhadap game genre JRPG, memiliki minat yang kuat terhadap game JRPG, bahkan yang sering dianggap underrated, seperti Trails Series. Berfokus pada analisis mendalam mengenai isu-isu yang sedang hangat, tren up-to-date, serta insight mendasar yang menjadi perbincangan utama di komunitas Gamer secara luas.