Karantina Bengkulu fasilitasi komoditas unggulan tembus pasar ekspor - ANTARA News Bengkulu

Karantina Bengkulu fasilitasi komoditas unggulan tembus pasar ekspor - ANTARA News Bengkulu

Bengkulu (ANTARA) - Karantina Bengkulu memberikan pendampingan dan fasilitasi pelaku usaha untuk meningkatkan kesiapan komoditas unggulan daerah memenuhi persyaratan ekspor sehingga memiliki peluang lebih besar menembus pasar internasional.

"Kami siap memberikan pendampingan dan fasilitasi sesuai dengan tugas dan fungsi Karantina, sehingga komoditas unggulan Bengkulu memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar internasional," kata Kepala Karantina Bengkulu Betty Fajarwati di Bengkulu, Jumat.

Pendampingan itu diarahkan pada peningkatan pengetahuan, kualitas, dan kesiapan komoditas pelaku usaha agar mampu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk memasuki pasar internasional.

Betty menyampaikan hal tersebut saat mengikuti kegiatan Go Ekspor Barantin Web Series #5 yang digelar Badan Karantina Indonesia dengan tema "Kepiting Bakau Papua Tengah Tembus Pasar Ekspor".

Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida tersebut juga diikuti Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal, perwakilan kargo dan logistik, calon eksportir, UMKM, mahasiswa, serta mitra Karantina Bengkulu.

Menurut Betty kegiatan Go Ekspor Barantin dapat menjadi kesempatan bagi pengguna jasa di Bengkulu untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai pengembangan komoditas yang berorientasi ekspor.

Peluang pengembangan komoditas ekspor itu terlihat dari pembahasan mengenai sejumlah komoditas unggulan Bengkulu, termasuk komoditas perikanan yang memiliki pangsa pasar luas di negara tetangga.

Komoditas perikanan membutuhkan konektivitas cepat karena sifat produknya yang peka waktu. Kondisi itu menjadi salah satu hambatan dan tantangan yang dibahas dalam pengembangan komoditas perikanan Bengkulu untuk pasar ekspor.

Selain perikanan, sabut kelapa yang diolah menjadi media tanam juga disebut memiliki peluang untuk menembus pasar China. Pengembangan produk bernilai tambah itu menjadi bagian dari diskusi mengenai komoditas yang berorientasi ekspor.

Kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Karantina, instansi vertikal, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong peningkatan ekspor komoditas Indonesia.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.