Kapolda Banten beri dukungan moral ke istri pewarta ANTARA - ANTARA News Jambi

Kapolda Banten beri dukungan moral ke istri pewarta ANTARA - ANTARA News Jambi
......Seluruh tim yang dikerahkan agar memastikan kesiapan dan kerja keras secara maksimal dalam keterpaduan tim SAR ini......

Pandeglang (ANTARA) - Kapolda Banten Irjen Pol Hengki meninjau langsung ke Pos SAR Nasional yang dihadiri oleh istri pewarta foto ANTARA yang dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kapolda Hengki dalam kunjungannya memberikan dukungan moral dan semangat terhadap keluarga korban agar seluruh proses pencarian dipercayakan sepenuhnya kepada tim SAR gabungan. "Kita berdoa agar semuanya berjalan lancar. Jadi yang tenang ya," ucapnya di Pandeglang, Selasa.

Ia juga menyatakan, jajaran Polda Banten menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang terjadi tersebut. Ia berharap agar keluarga selalu diberikan ketabahan.

Baca juga: Legislator minta pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda dioptimalkan

"Banyak baca-baca doa yak, semua bisa lancar dan mudah-mudahan semua selamat," tuturnya.

Ia memastikan tim penyelamat akan mengoptimalkan seluruh proses pencarian berjalan lancar dan aman dengan mengutamakan keselamatan seluruh korban.

"Seluruh tim yang dikerahkan agar memastikan kesiapan dan kerja keras secara maksimal dalam keterpaduan tim SAR ini," paparnya.

Ia mengungkapkan, selain memaksimalkan penyisiran di lapangan, pihaknya juga turut menyiagakan tim dokter serta fasilitas pendukung.

Menurutnya, langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi proses identifikasi korban secara cepat apabila ditemukan adanya perkembangan atau penemuan di lapangan.

"Saya minta fasilitas tempat istirahat bagi pihak keluarga korban yang datang dan menunggu proses pencarian," katanya.

Baca juga: Polda Banten siagakan pos antemortem untuk dukung pencarian jurnalis

Dalam hal ini, dia juga mengingatkan seluruh unsur tim SAR agar tetap mengutamakan faktor keselamatan dengan selalu memperhatikan perkembangan situasi erupsi serta informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Untuk menghindari simpang siur informasi, pihak kepolisian membentuk Grup WhatsApp khusus Satgas Terpadu Pencarian. Penyampaian informasi kepada publik maupun rekan-rekan media hanya akan dilakukan melalui satu pintu," kata dia.

Sementara itu, Tim SAR gabungan dari Basarnas dan TNI/Polri kembali melakukan proses pencarian serta penyelamatan terhadap perahu cepat (speedboat) yang mengangkut rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten, Riski Dwiyanto di Pandeglang, mengatakan bahwa dalam operasi kemanusiaan pada hari kedua ini Basarnas Banten mengerahkan kekuatan penuh dari tim gabungan.

"Area pencarian kita perluas karena hasil dari SAR Map mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nauticalmile," jelasnya.

Riski mengungkapkan, saat ini pihaknya akan fokus melakukan perluasan pencarian berdasarkan analisis data digital. Di mana, dalam operasi ini dikerahkan total enam unit kapal yang dibagi ke dalam lima Searchand Rescue Unit (SRU) dengan peran strategis masing-masing.

Baca juga: Kapolda Banten masih pertimbangkan cari jurnalis hilang via udara

"Pertama kita menggunakan KN SAR Tual K dengan area pencarian seluas 68,3 nauticalmile. Kemudian ada kapal KAL Anyer milik Lanal Banten dengan jangkauan 69,5 nauticalmile," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, tim SAR juga memanfaatkan RIB 01 dan RIB 03 Lampung untuk menyisir area seluas 67 nauticalmile dan RIB 02 Banten yang difokuskan untuk penyisiran ketat di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang, guna mengantisipasi kemungkinan korban atau bagian kapal yang terdampar di pulau-pulau kecil tersebut.

"Terakhir kita didukung oleh KP Sanjay milik Polairud Polda Banten dengan cakupan pencarian seluas 67,3 nauticalmile," kata dia.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal speedboatyang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang dalam pencarian (DP), di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

Baca juga: Tim SAR perluas pencarian pewarta ANTARA hilang di Krakatau

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.