Kalbar promosikan kopi liberika di ekspo Non-Timber Forest Products Sarawak Malaysia - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) yang mengutus sejumlah mitra atau binaan di antaranya pelaku usaha kopi di daerah itu mempromosikan kopi jenis liberika di Non-Timber Forest Products (NTPF) Sarawak Zona Selatan yang diselenggarakan oleh Jabatan Hutan Sarawak, Malaysia.
"Keikutsertaan Kalbar qpada Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu di Malaysia merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provisin Kalbar dalam memperluas akses pasar internasional bagi komoditas unggulan daerah, khususnya kopi liberika yang dikembangkan masyarakat melalui skema perhutanan sosial dan pengelolaan hutan berkelanjutan," ujar Kadis LHK Kalbar, Adi Yani di Pontianak, Jumat.
Ia menjelaskan melalui promosi di Malaysia ini juga berharap terbuka peluang kerja sama perdagangan, investasi, dan hilirisasi produk sehingga kopi liberika Kalbar semakin dikenal di pasar global.
"Pemda Kalbar akan terus mendorong peningkatan kualitas produk, sertifikasi, penguatan kelembagaan Perhutanan Sosial, kelompok tani hutan, serta pengembangan industri hilir agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat," papar dia.
Sementara itu, Owner Pemilik 101 Coffee House, Siti Masihta saat dihubungi di Kuching mengaku bersyukur bisa berpartisipasi dalam ekspo tersebut.
"Alhamdulillah kami dari 101 Coffee House bisa berpartisipasi dalam NTPF yang mengusung tema “Support Local Hands, Sustain Natural Lands”. Kegiatan ini berlangsung mulai 31 Juli hingga 9 Agustus 2026 di Plaza Merdeka, Kuching, Sarawak," ujarnya.
Dalam ekspo ini, 101 Coffee House mempromosikan dan mengandalkan kopi Liberika dan Robusta yang bersumber dari mitra petani binaan di sejumlah daerah, antara lain dari Sendoyan, Sambas, Landak, dan Pasak Piang, Kubu Raya.
"Kopi Liberika sendiri dikenal sebagai jenis kopi yang mulai langka dan memiliki keunikan tersendiri dengan kadar kafein rendah serta cita rasa buah-buahan khas, seperti pisang dan nangka, sehingga aman dikonsumsi bagi mereka yang memiliki masalah lambung," papar dia.
Menurutnya antusiasme pengunjung terhadap produk 101 Coffee House terbilang sangat tinggi. Banyak pengunjung yang memberikan respons positif dan mengaku sangat menyukai cita rasa kopi yang ditawarkan. Siti Mashita mengungkapkan kebanggaannya atas sambutan hangat tersebut.
“Mereka tidak menyangka bahwa kopi Indonesia, khususnya dari Kalbar memiliki rasa yang tidak kalah dengan merek-merek internasional yang sudah mendunia,” katanya.
Kehadiran 101 Coffee House di NTFP Sarawak 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga langkah strategis dalam memperkenalkan kekayaan kopi nusantara ke pasar global, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi lintas batas antara Indonesia dan Malaysia di bidang hasil hutan bukan kayu.
Selain 101 Coffee House, sejumlah perwakilan dari Yayasan PRCF Indonesia, SAMPAN Kalimantan, INTAN, dan BP2SDM (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) juga turut hadir dalam ajang bergengsi ini.
Pewarta: Dedi
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.