KAI Integrasikan Karet dan BNI City Mulai September
Sabtu, 11 Juli 2026, 14:15 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City mulai beroperasi pada 28 September 2026 sebagai bagian dari peningkatan layanan KRL Jabodetabek. Diharapkan, langkah tersebut bisa memperlancar mobilitas komuter melalui penataan alur perjalanan, peningkatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun yang menjadi salah satu simpul transportasi tersibuk di Jakarta.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan integrasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aktivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada Stasiun Karet, mulai dari pejalan kaki, pengantar dan penjemput, pengemudi ojek pangkalan maupun ojek daring, hingga pelaku usaha di sekitar kawasan.
"Integrasi Karet dan BNI City kami siapkan untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman dan lebih nyaman. KAI juga memahami bahwa kawasan ini hidup bersama aktivitas masyarakat, mulai dari pejalan kaki, pengantar dan penjemput, ojek pangkalan, ojek daring, hingga pelaku usaha sekitar. Karena itu, penataannya harus dilakukan dengan baik, bertahap, dan tetap mendengar masukan," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga: Perluas Peluang Pasar, BNI Bawa Mitra Binaan Batik ke Puspa Nuswantara 2026
Berdasarkan skema yang sudah disiapkan, area Stasiun Karet akan difungsikan sebagai concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City. KAI juga membangun fasilitas travelator berpendingin udara agar perpindahan pelanggan lebih nyaman. Nantinya, seluruh aktivitas gate in dan gate out nantinya dipusatkan di Stasiun BNI City, sementara kawasan Karet tetap menjadi akses pendukung yang lebih tertata.
Integrasi tersebut, kata Bobby, didorong oleh peningkatan keselamatan dan pelayanan. Selama ini, kedekatan antara dua stasiun tersebut memengaruhi pola operasi perjalan kereta, sementara aktivitas naik dan turun penumpang hingga pengantaran di sekitar Stasiun Karet memerlukan penataan yang lebih baik.
"Kami ingin menyelesaikan persoalan ini dengan pendekatan yang solutif. Pelanggan membutuhkan akses yang mudah, masyarakat sekitar membutuhkan kepastian ruang, dan operasi kereta api membutuhkan alur yang aman. Integrasi ini harus menjawab ketiganya," katanya.
Sebagai informasi, KAI catatkan data besarnya aktivitas di kawasan tersebut selama Semester I 2026 sebanyak 7.257.442 aktivitas gate in dan gate out. Sedangkan, Stasiun BNI City mencatat 2.688.254 aktivitas. Secara total, kedua stasiun melayani 9.945.696 aktivitas pelanggan sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Istihanah