Kafe di Istanbul dan Ankara Menerapkan Pembatasan Penggunaan Laptop dan Wi-Fi

Kafe di Istanbul dan Ankara Menerapkan Pembatasan Penggunaan Laptop dan Wi-Fi

Sejumlah kafe di Istanbul dan Ankara, Turki sejak bulan lalu dilaporkan mulai menerapkan pembatasan penggunaan laptop, akses Wi-Fi, dan stopkontak listrik, yang memicu keluhan dari mahasiswa, pekerja lepas dan pekerja jarak jauh.

Bagikan:

JAKARTA - Sejumlah kafe di Istanbul dan Ankara, Turki sejak bulan lalu dilaporkan mulai menerapkan pembatasan penggunaan laptop, akses Wi-Fi, dan stopkontak listrik, yang memicu keluhan dari mahasiswa, pekerja lepas dan pekerja jarak jauh.

Langkah-langkah baru ini, yang telah menarik perhatian di media sosial, termasuk melarang penggunaan laptop selama jam atau hari tertentu, membatasi akses Wi-Fi, mengenakan biaya kepada pelanggan untuk penggunaan stopkontak listrik, dan memberlakukan persyaratan pengeluaran minimum bagi mereka yang duduk dalam waktu lama.

Para pengelola kafe mengatakan, kebijakan ini merupakan respons terhadap meningkatnya biaya operasional, termasuk sewa, gaji karyawan, dan biaya energi, serta keinginan untuk meningkatkan perputaran pelanggan selama periode sibuk, dikutip dari Daily Sabah (5/7).

Namun, banyak pelanggan berpendapat, pembatasan tersebut membuat kafe kurang mudah diakses untuk belajar dan bekerja jarak jauh.

Seorang pelanggan yang mengunjungi sebuah kafe di Distrik Üsküdar Istanbul mengatakan, seorang pelayan mendekati meja dan memberi tahu penggunaan laptop atau tablet tidak diizinkan.

Pelanggan lain di sebuah kafe di lingkungan Incek Ankara mengatakan staf memberi tahu mereka, penggunaan laptop dilarang pada akhir pekan dan menunjuk ke stiker di meja yang menjelaskan aturan tersebut.

Salah satu praktik yang paling umum adalah pengenalan akses Wi-Fi dengan batasan waktu. Dalam sistem ini, pelanggan menerima kata sandi yang tercetak pada struk mereka yang berlaku untuk jangka waktu terbatas, seringkali sekitar 90 menit, setelah itu mereka secara otomatis terputus dari jaringan.

BACA JUGA:


Langkah-langkah lain yang dilaporkan diadopsi oleh beberapa kafe termasuk mewajibkan pelanggan untuk memesan ulang setiap dua jam, menetapkan ambang batas pengeluaran minimum, dan membatasi akses ke stopkontak.

Kebijakan-kebijakan ini telah memicu perdebatan daring, dengan pendukung berpendapat bahwa bisnis memiliki hak untuk mengelola kapasitas tempat duduk dan biaya operasional.

Sementara kritikus berpendapat, kafe semakin menjadi ruang penting bagi mahasiswa dan pekerja jarak jauh yang bergantung pada akses internet dan stopkontak untuk jangka waktu yang lama.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+