Kadin: Perputaran ekonomi selama Piala Dunia 2026 capai
Kadin: Perputaran ekonomi selama Piala Dunia 2026 capai
Kamis, 16 Juli 2026 13:41 WIB
Kegiatan nobar pertandingan Piala Dunia 2026 Portugal Vs Kroasia di Palembang, Jumat (3/7/2026). (ANTARA/M Imam Pramana)
Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan kegiatan Piala Dunia 2026 baik melalui aktivitas siaran (on-air) maupun berbagai kegiatan masyarakat (off-air) menghasilkan perputaran ekonomi langsung dan tidak langsung hingga Rp5,03 triliun.
Perhitungan tersebut, menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo mencakup berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung sejak masa persiapan hingga pelaksanaan turnamen, mulai dari aktivitas penyiaran dan belanja periklanan, sponsorship, promosi produk, peningkatan penjualan perangkat elektronik dan merchandise.
Selain itu transaksi sektor hotel, restoran dan kafe (Horeka), kegiatan nonton bareng, hingga penjualan UMKM dalam beragam ajang termasuk Festival Rakyat 2026.
Hal itu, lanjut dia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menunjukkan manfaat ekonomi Piala Dunia tidak hanya terkonsentrasi pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga menyebar ke berbagai sektor usaha dan aktivitas masyarakat di seluruh Indonesia.
"Piala Dunia 2026 menjadi contoh bagaimana sebuah ajang olahraga internasional mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lintas sektor," ujar dia.
Menurut dia, Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah.
Baca juga: Harry Kane nilai timnas Inggris kalah karena bermain terlalu bertahan
Kukrit menambahkan keberhasilan tersebut menunjukkan sebuah ajang olahraga berskala global dapat menciptakan manfaat ekonomi yang luas ketika didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penyiaran publik, pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat.
Berdasarkan perhitungan Kadin Indonesia, nilai ekonomi tersebut sekitar Rp1,76 triliun dari aktivitas promosi berbagai produk melalui iklan on-air, Rp850 miliar dari kegiatan komersial off-air, sekitar Rp2,4 triliun dari sektor Horeka, serta kontribusi ekonomi yang dihasilkan melalui beragam kegiatan termasuk Festival Rakyat 2026.
Kukrit menyatakan selain perputaran ekonomi langsung sebesar Rp5,03 triliun, kegiatan Piala Dunia 2026 juga memiliki potensi untuk menciptakan efek pengganda ekonomi lanjutan.
Sebab, selain meningkatkan konsumsi, rangkaian Piala Dunia 2026 juga mendorong investasi pelaku usaha dalam perangkat televisi, proyektor, set-top box, sistem audio, kapasitas tempat duduk, serta fasilitas layanan makanan dan minuman.
Dampak tersebut, tambahnya, sejalan dengan pertumbuhan sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman yang dalam laporan tercatat tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026, menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi.
Sementara itu survei Lokadata selama 7 - 13 Juli 2026 menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari penyiaran Piala Dunia juga didukung oleh tingginya partisipasi masyarakat selama penyelenggaraan agenda empat tahunan tersebut.
Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad mengatakan survei tersebut menunjukkan bahwa manfaat ekonomi Piala Dunia mengalir hingga ke tingkat komunitas.
Sebanyak 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nonton bareng sedikitnya satu kali selama turnamen, dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp51 ribu setiap kegiatan atau sekitar Rp145 ribu per orang selama turnamen.
"Sebagian besar pengeluaran itu digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya, sehingga manfaat ekonominya banyak dirasakan oleh pelaku UMKM," katanya.
Baca juga: Lautaro yakin bakal menangkan Argentina sebelum masuk lapangan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kadin: Perputaran ekonomi selama Piala Dunia 2026 capai Rp5,03 triliun
Pewarta : Subagyo
Editor:
Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026