Jijik! Wanita Jilat Hotdog di Minimarket, Perusahaan Siap Tempuh Jalur Hukum
Jakarta -
Video pelanggan wanita menjilat hotdog di rak pajangan 7-Eleven Filipina viral. Hal ini memicu kekhawatiran keamanan pangan dan ancaman hukum dari perusahaan.
Sebuah video viral yang dikutip dari Bilyonaryo (7/9) memperlihatkan seorang wanita menjilat hotdog di rak pajangan makanan salah satu gerai 7-Eleven di Filipina. Insiden ini kemudian viral di media sosial lokal pada awal September 2026.
Dalam rekaman, wanita tersebut terlihat menjilat hotdog sebelum meletakkannya kembali ke rak, lalu mengambil hotdog lain dengan tangan kosong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga berita ini diturunkan, lokasi dan waktu pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan.
Insiden itu ternyata bukan kasus tunggal. Beberapa hari setelah video hotdog beredar, sebuah video lama ikut kembali viral.
Dikutip dari interaksyon.philstar, rekaman pada 1 Juli 2026 memperlihatkan seorang wanita bernama Riolou Canlas menggigit smidget, camilan donat mini milik Mister Donut, dari rak pajangan 7-Eleven.
Ia lalu mengembalikannya ke wadah, dan mengambil satu lagi untuk dibawa pulang dalam kantong kertas.
"Cuma coba," tulis Canlas dalam unggahan Facebook yang kini telah dihapus. Namun, unggahan tersebut sempat disebarluaskan ulang oleh warganet lain dan menuai kecaman.
Selain dua video tersebut, sejumlah rekaman lain turut memperlihatkan pelanggan memegang atau mengutak-atik makanan siap saji dari mesin pemanas sebelum meletakkannya kembali ke tempat semula.
Rentetan kejadian ini memicu kekhawatiran publik, mengingat 7-Eleven memang menerapkan sistem swalayan dimana pelanggan mengambil sendiri makanan siap santap sebelum membayar di kasir.
Makanan yang sudah disentuh pun berpotensi tetap terpajang dan dijual kepada pembeli lain.
Merespons rentetan video viral tersebut, 7-Eleven Filipina menegaskan bahwa keamanan dan sanitasi pangan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
Perusahaan menyatakan makanan atau minuman yang diketahui telah ditangani secara tidak semestinya akan langsung dimusnahkan dan tidak akan dijual kembali.
"Pengrusakan makanan secara sengaja adalah pelanggaran terhadap kesehatan masyarakat," tegas 7-Eleven Filipina melalui pernyataan resmi pada 2 September 2026.
Mereka menyebut akan menempuh jalur hukum penuh terhadap pelaku yang membahayakan pelanggan maupun staf mereka.
7-Eleven turut mengimbau pelanggan untuk segera melaporkan perilaku mencurigakan kepada petugas toko demi menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan bersama.
Meski demikian, sejumlah warganet mengaku belum sepenuhnya yakin, sembari mempertanyakan seberapa ketat pengawasan yang diterapkan toko terhadap makanan yang dipajang dalam jangkauan langsung pelanggan.
(adr/adr)