Investor Asing Serbu Proyek Sampah Jadi Listrik
Liputan6.com, Jakarta - Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengungkap, proyek Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik (PSEL) diminati puluhan investor asing. Tercatat ada 85 perusahaan yang berminat gabung dalam tender proyek waste to energy (WtE) tahap II tersebut.
Dia menjelaskan, jumlah investor yang minat itu meningkat dari PSEL sebelumnya. Pada tahap I lalu, ada 24 perusahaan yang berminat. Jumlah itu meningkat ke 85 perusahaan yang berasal dari berbagai negara.
"Ini ada 85, ada yang dari Eropa, ada yang dari China juga ada, dari Jepang, Korea, Singapura, Timur Tengah, jadi jauh lebih diversified," ungkap Pandu dalam Waste to Energy Talks, di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Dia menjelaskan, pemenang tender PSEL yang telah dipilih sementara oleh Danantara menunjukkan diversifikasi sumber teknologi yang digunakan. Meski, secara standar diperhatikan dengan ketat.
"Mereka membawa kriteria yang sama, teknologi yang sudah terbuktikan sesuai dengan iklim yang ada di kota-kota di mana mereka pernah, bisa on time, harus bisa on time, dan ketiga juga membawa financing yang nantinya pas," tuturnya.
Pandu mengatakan, seleksinya dilakukan secara ketat, meski ada beberapa yang melobi. "Tapi ya so far prosesnya mungkin sangat ketat, alhamdulillah semua mencoba me-lobby, alhamdulillah juga kita coba tetap seobjektif mungkin," ucapnya.
Diversifikasi Mitra
Pandu menjelaskan, pemilihan sejumlah mitra PSEL oleh Danantara sebagai bagian dari diversifikasi. Serta memberikan ruang bagi mitra dari negara lain untuk ikut terlibat di proyek andalan pemerintah tersebut.
"Kalau pakai full objectivity 100 persen bisa, satu pemain bisa menang 3-4 tempat, tapi kita harus balance, dan juga enggak bisa dari satu negara, kalau enggak nanti menjadi counterparty risk buat kita," ujar dia.
"Kalau misalnya ada apa-apa dari satu negara itu, nanti bisa masalah buat kita, jadi kita make sure yang ini, dari beberapa negara yang beda-beda, jadi ini juga cukup penting buat kami," imbuhnya.