Investasi Jumbo Rp342 Triliun Resmi Masuk Proyek Gas Abadi Masela
Kamis, 16 Juli 2026 - 15:05 WIB
Maluku Utara, VIVA – Proyek Gas Abadi Masela akhirnya memasuki babak baru setelah resmi memulai tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Kamis, 16 Juli 2026. Proyek strategis nasional di sektor minyak dan gas tersebut akan menyerap investasi sekitar US$21 miliar atau setara Rp342 triliun, menjadikannya salah satu investasi energi terbesar di Indonesia.
Baca Juga
Groundbreaking proyek LNG Abadi Masela menjadi momentum penting setelah proyek tersebut tertunda selama hampir 28 tahun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut realisasi proyek ini menjadi langkah besar dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Investasi ini kurang lebih 20,95 miliar atau 21 miliar dolar AS," kata Bahlil dalam acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela di Tanimbar, Maluku, Kamis.
Baca Juga
Nilai investasi tersebut juga telah mencakup tambahan sekitar US$1 miliar untuk penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) yang akan mendukung pengembangan energi lebih bersih dan berkelanjutan.
Produksi LNG Capai 9,5 Juta Ton per Tahun
Baca Juga
Dengan investasi jumbo tersebut, Proyek Gas Abadi Masela dirancang menjadi salah satu pusat produksi gas alam cair (LNG) terbesar di Indonesia.
Adapun kapasitas produksi yang ditargetkan meliputi:
- LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun (MTPA).
- Gas alam sekitar 150 juta kaki kubik per hari.
- Kondensat mencapai 35 ribu barel per hari.
Menurut Bahlil, sebagian besar gas yang dihasilkan akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.
"Nanti gasnya 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kami melakukan ekspor," ujarnya.
Skema tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri maupun pembangkit listrik.
Dilengkapi Teknologi CCS
Selain memiliki nilai investasi besar, proyek LNG Abadi Masela juga akan mengadopsi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Teknologi tersebut digunakan untuk menangkap dan menyimpan emisi karbon sehingga pengembangan proyek gas tetap sejalan dengan agenda transisi energi nasional.
Bahlil menilai penerapan CCS menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pasokan energi yang lebih bersih tanpa mengurangi peran sektor migas sebagai penopang kebutuhan energi Indonesia.
Halaman Selanjutnya
Selain mendukung ketahanan energi, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi melalui investasi jangka panjang, percepatan pembangunan kawasan Indonesia Timur, hingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.