Intip Keseruan Hari Pertama #TanggalMerahUntukIbu di Bandung
Jakarta -
Suasana meriah mewarnai hari pertama gelaran #TanggalMerahUntukIbu di Bandung yang digelar Frisian Flag, Jumat (25/9/2026). Setelah sejak pagi dipadati pengunjung yang menjajal beragam aktivitas di berbagai booth, acara ditutup dengan panggung hiburan dimana peserta diajak bernyanyi dan bermain musik bersama.
Penampilan Angklung Kita menjadi salah satu sajian hiburan penutup yang membuat suasana semakin semarak. Pengunjung bahkan dipandu untuk memainkan angklung dalam sejumlah lagu.
Sebelum memainkan lagu, pengunjung terlebih dahulu diajari berbagai teknik membunyikan angklung. Hasilnya, nomor-nomor klasik seperti "First Love", hingga "Can't Help Falling in Love" berhasil dibawakan dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap kali berhasil memainkan lagu, pengunjung langsung menyambutnya dengan tepuk tangan meriah. Suasana kemudian semakin ramai ketika tempo musik dibuat lebih cepat melalui lagu "Halo-Halo Bandung".
Meski sebagian baru pertama kali mencobanya, mereka tampak antusias mengikuti arahan hingga akhirnya dapat memainkan lagu bersama-sama.
Angklung Kita kemudian membawakan lagu "Sekali Ini Saja" dan "Viva La Vida". Aksi mereka tersebut ditutup dengan lagu ikonik "Frisian Flag" yang sudah akrab di telinga masyarakat.
Rina, peserta dari Arcamanik mengaku senang bisa ikut bermain angklung karena seluruh pengunjung dilibatkan dalam pertunjukan.
"Seru banget main angklungnya, karena pengunjungnya semua diajak terlibat. Paling suka waktu main lagu Can't Help Falling in Love," ujarnya.
Ia mengatakan sudah mencoba seluruh booth yang tersedia dalam acara tersebut. Namun, dari berbagai aktivitas yang ditawarkan, pijat menjadi kegiatan yang paling disukainya.
"Saya sudah cobain semua, tapi paling suka sih booth pijat refleksi," ujar Rina yang malam itu hadir didampingi keluarganya.
Sebelum penampilan angklung dimulai, keseruan acara #TanggalMerahUntukIbu sudah terasa sejak pagi. Berbagai booth yang tersedia di lokasi terus didatangi pengunjung yang datang bersama pasangan, anak, hingga orang tua.
Booth Temani Relaksasi menjadi salah satu yang paling digemari. Di sini, pengunjung bisa menikmati sesi pijat refleksi kaki yang menenangkan.
Selain itu, terdapat booth Kilau Jemari yang menyediakan layanan manicure dan pedicure express selama 15 menit. Ada pula booth Temani Pesonamu, di mana pengunjung bisa mendapatkan layanan color analysis yang dipandu analis profesional untuk mengetahui warna yang cocok digunakan pada pakaian, hijab hingga makeup, serta sesi hijab do dan hairdo.
Pojok Cipta Kreasi juga menjadi area yang tak pernah sepi. Tak heran, di sini pengunjung diajak untuk merangkai charm, gantungan kunci dan gelang, sekaligus menggambar serta mewarnai. Aktivitas ini tak hanya menarik perhatian orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang datang bersama keluarganya.
Pengunjung juga terpantau memadati area Frisian Flag Cafe yang menawarkan kopi dan kudapan seperti pie serta olahan ubi. Sementara di area Kreasi Nikmat, pengunjung bisa bereksperimen dengan produk kental manis Frisian Flag untuk membuat teh hingga roti menjadi lebih legit dan creamy.
Kemeriahan semakin terasa karena area acara tetap ramai hingga malam. Bahkan sekitar pukul 20.00 WIB, pengunjung masih terlihat berdatangan dan menikmati berbagai aktivitas yang tersedia.
Rela Datang Jauh Demi Me Time
Sejumlah pengunjung bahkan datang dari luar pusat Kota Bandung demi menikmati waktu bersantai sejenak dari kesibukan aktivitas harian.
Ahmad Affandi, warga Cicalengka, datang bersama istrinya, Risa. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena ibu juga membutuhkan hiburan dan waktu untuk melepas penat.
"Memang penting karena perlu ibu juga perlu hiburan dan relaksasi. Kalau di rumah biasanya sudah mumet dengan banyak kerjaan, urus anak dan segala macam. Ini acaranya bagus banget menurut saya," kata Ahmad. Ia pun mengaku tertarik untuk mencoba layanan pijat refleksi.
Sang istri, Risa, juga menikmati berbagai pilihan aktivitas yang tersedia. Menurutnya, hampir semua booth memiliki kegiatan yang menarik untuk dicoba.
"Semua booth-nya menarik, mulai dari Kreasi Nikmat yang bisa untuk kreasi makanan, ada juga yang bisa menggambar dan bikin charm. Bisa meni pedi, ada buat pijat juga. Yang paling menarik itu color analysis, ini sih penasaran banget," tuturnya.
Risa mengaku sengaja datang dari jauh setelah melihat informasi mengenai acara tersebut di media sosial. Sehari-hari, ia tidak hanya mengurus anak, tetapi juga bekerja sebagai guru dan content creator.
"Datang jauh-jauh ke sini karena lihat di medsos ada acara #TanggalMerahUntukIbu, jadi penasaran. Sehari-hari saya bukan hanya IRT, tapi juga guru dan content creator, jadi harus pintar bagi waktu aja. Acara ini harapannya bisa jadi momen liburan beneran untuk saya," ungkapnya.
Ia bahkan sudah menantikan rangkaian acara pada hari berikutnya.
"Di hari Minggu ada Mas Adam suaminya Inul ya, kayaknya seru banget," ujarnya.
Pengunjung lainnya, Erni, datang dari Cibiru bersama anak perempuannya. Ia mengaku menikmati acara karena bisa mencicipi berbagai produk yang sehari-hari juga dikonsumsinya di rumah.
"Seru banget acaranya, pertama karena kita bisa nyicipin dan belanja SKM karena di rumah juga kita konsumsi Frisian Flag," katanya.
Erni yang sehari-hari membuat dan menjual kue bahkan sudah menyiapkan dagangannya sejak pagi sebelum datang ke lokasi. Ia mengatakan kegiatan membuat kue membuatnya cukup akrab dengan produk yang digunakan dalam berbagai kreasi di acara tersebut.
"Saya sehari-hari bikin kue dan jualan kue, jadi makanya saya suka pakai Frisian Flag. Tadi pagi-pagi udah bikin dan nyiapin kue untuk besok untuk datang ke sini," ujarnya.
Setelah mencoba berbagai aktivitas, Erni juga sempat menikmati layanan pijat refleksi kaki. Meski hanya sebentar, ia mengatakan pijatan tersebut cukup membantu mengurangi rasa pegal.
"Tadi udah pijat lumayan enak, meskipun sebentar tapi bisa ngilangin pegel-pegel," katanya.
Pengunjung lain juga datang dari Banjaran, Cimahi, Cileunyi hingga Jakarta. Vina dari Cimahi, misalnya, sengaja datang untuk mencoba pijat dan manicure-pedicure.
Sementara seorang mahasiswa yang datang dari Jakarta memilih mengikuti color analysis. Ia mendapatkan rekomendasi warna-warna bold dan kontras yang dinilai sesuai untuk dirinya.
Ada pula Rini dari Cileunyi yang tetap datang meski harus menghadapi kemacetan perjalanan. Setibanya di lokasi, ia mencoba berbagai aktivitas, termasuk membuat kreasi beads di Pojok Cipta Kreasi sambil menikmati roti.
"Meskipun macet tapi tetap bela-belain datang ke sini dan worth it sih, setimpal dengan capek di jalan. Saya sudah coba semua booth," ujarnya.
Setelah asyik menjajal seluruh aktivitas, Rini bahkan mengaku masih ingin mencari hadiah sebelum meninggalkan lokasi.
Kehadiran keluarga juga turut mewarnai acara, terlihat dari kehadiran sejumlah ayah, ibu, anak-anak, hingga kakek dan nenek yang ikut menikmati aktivitas di booth Kreasi Nikmat. Gelaran ini pun menjadi pengingat bahwa ibu juga butuh waktu untuk bersantai, menikmati hiburan, dan mengisi energi kembali.
(prf/ega)