Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh Kalau Keseringan Menahan Pipis
Jakarta -
Di tengah kesibukan kerja atau saat sedang melakukan aktivitas lain, sebagian orang mungkin akan sering menunda untuk buang air kecil. Kebiasaan menahan buang air kecil ini kerap dianggap sepele.
Padahal, para ahli urologi memperingatkan bahwa kebiasaan menunda ke toilet ini bisa berdampak fatal dan merusak fungsi kandung kemih.
Konsultan urologi di Manipal Hospital, India, Dr Ankit Sharma, menjelaskan secara anatomi kandung kemih manusia didesain untuk menampung urine dalam jumlah tertentu. Saat organ ini sudah penuh, saraf akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa sudah waktunya pergi ke kamar mandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika sinyal tersebut terus-menerus diabaikan akan muncul berbagai masalah pada kesehatan. Dikutip dari Times of India, berikut deretan bahaya medis yang mengintai:
1. Otot Kandung Kemih Melar dan Melemah
Kandung kemih memiliki sifat elastis seperti balon. Jika terlalu sering menahan kencing dalam jangka panjang, otot-otot dinding kandung kemih akan meregang secara berlebihan hingga kehilangan elastisitasnya (melar).
Akibatnya, otot menjadi lemah dan kehilangan kemampuan untuk berkontraksi dengan kuat saat benar-benar ingin buang air kecil.
2. Urine Tersisa dan Memicu Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Karena otot kandung kemih sudah melemah, tubuh tidak lagi mampu mengeluarkan urine secara tuntas. Kondisi ini menyisakan genangan urine di dalam kandung kemih.
Urine yang mengendap lama ini menjadi tempat paling sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak dengan cepat, yang pada akhirnya memicu Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang menyakitkan.
3. Risiko Kerusakan Ginjal
Bahaya tidak berhenti di kandung kemih saja. Saat kandung kemih sudah benar-benar penuh dan tidak mampu lagi menampung cairan, urine bisa mengalami aliran balik atau reflux naik kembali ke saluran ureter hingga menuju ginjal.
Penumpukan urine yang membawa bakteri ini berpotensi memicu infeksi ginjal serius hingga penurunan fungsi ginjal.
4. Sindrom Kandung Kemih Overaktif (OAB)
Kebiasaan menahan buang air kecil juga bisa mengacaukan sistem saraf di area panggul. Otak dan kandung kemih menjadi tidak sinkron dalam mengirimkan sinyal.
Akibatnya, seseorang bisa mengalami sindrom kandung kemih overaktif (Overactive Bladder). Kondisi ini akan membuat seseorang merasakan dorongan mendadak untuk buang air kecil secara intens dan sangat sering, meskipun urine yang ada di dalam kandung kemih sebenarnya baru sedikit.
Maka dari itu, Dr Ankit Sharma menyarankan untuk tidak menunggu hingga kandung kemih terasa sangat penuh atau kebelet' parah baru beranjak ke toilet.
Idealnya, manusia buang air kecil setiap 3 hingga 4 jam sekali untuk menjaga kesehatan saluran kemih.
Jika mulai merasakan nyeri di perut bagian bawah, anyang-anyangan, atau urine berwarna keruh, segera konsultasikan ke dokter untuk mendeteksi dini adanya gangguan pada sistem kemih.
Halaman 2 dari 2
(sao/kna)