Influencer Medsos Diam-diam Pengaruhi Keputusan Bunda Menyusui, Ini Faktanya
Jakarta -
Keputusan Bunda menyusui ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh saran tenaga kesehatan atau keluarga, tetapi juga oleh konten yang beredar di media sosial. Kini, iklan yang dipersonalisasi, rekomendasi influencer, hingga algoritma platform digital semakin sering muncul di hadapan calon ibu dan ibu baru.
Kondisi ini membuat informasi seputar pemberian ASI bercampur dengan promosi produk komersial yang belum tentu didasarkan pada bukti ilmiah. Padahal, menyusui memberikan manfaat besar bagi tumbuh kembang bayi sekaligus kesehatan ibu.
Karena itu, penting bagi Bunda untuk memahami bagaimana pemasaran digital dapat memengaruhi pilihan dalam memberikan ASI agar tetap bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat. Simak fakta selengkapnya pada artikel di bawah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Influencer dan iklan digital bisa memengaruhi keputusan menyusui
Menjelang Pekan Menyusui Sedunia yang diperingati setiap 1-7 Agustus, Pan American Health Organization (PAHO) mengingatkan negara-negara di kawasan Amerika agar memperkuat perlindungan terhadap keluarga dari maraknya pemasaran digital produk pengganti ASI.
PAHO menilai perkembangan teknologi telah mengubah cara orang tua memperoleh informasi mengenai pemberian makan bayi. Kini, promosi melalui media sosial, influencer, algoritma, hingga kecerdasan buatan (AI) memungkinkan perusahaan menampilkan iklan yang disesuaikan dengan profil pengguna, termasuk ibu hamil dan ibu baru.
Mengutip laman News Medical & Life Sciences, PAHO menyebut lingkungan digital saat ini menghadirkan tantangan baru karena orang tua semakin sulit memperoleh informasi yang benar-benar objektif dan berbasis bukti ilmiah mengenai pemberian ASI.
Vanessa Garcia Larsen, Kepala Unit Faktor Risiko PAHO, menegaskan bahwa menyusui bukan sekadar pilihan individu, melainkan salah satu langkah paling efektif untuk memberikan awal kehidupan yang sehat bagi anak.
Menurutnya, melindungi praktik menyusui di era digital juga berarti melindungi keluarga dari pengaruh pemasaran komersial yang dapat memengaruhi pengambilan keputusan.
Data PAHO menunjukkan bahwa di Amerika Latin dan Karibia, hanya sekitar 43 persen bayi yang memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya. Angka tersebut masih berada di bawah target global sebesar 60 persen pada tahun 2030.
Salah satu faktor yang diduga berkontribusi adalah semakin masifnya pemasaran digital produk pengganti ASI.
Penelitian tentang influencer yang berpengaruh pada ibu menyusui
Peneliti dari Institute of Nutrition of Central America and Panama (INCAP), Mónica Mazariegos, menjelaskan bahwa strategi pemasaran produk susu formula kini semakin beralih ke ranah digital.
Lebih dari 80 persen promosi produk tersebut dilakukan melalui media digital, sehingga mampu menjangkau ibu, ayah, maupun pengasuh secara berulang dengan iklan yang dipersonalisasi.
Sejumlah penelitian di Amerika Tengah juga menemukan bahwa paparan pemasaran digital berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan orang tua membeli dan menggunakan produk pengganti ASI.
Selain itu, paparan tersebut dikaitkan dengan penurunan hampir 50 persen keberlanjutan pemberian ASI setelah bayi berusia lebih dari 12 bulan.
Karena itu, para pakar menilai regulasi pemasaran produk pengganti ASI perlu diperbarui agar mencakup media digital, termasuk media sosial, influencer, kreator konten, dan platform daring lainnya.
Mereka juga mendorong pengawasan yang lebih ketat, peningkatan transparansi iklan digital, serta perlindungan data pribadi pengguna agar keluarga dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat.
Selain regulasi, PAHO menekankan bahwa keberhasilan menyusui juga memerlukan dukungan berupa layanan konseling laktasi, edukasi bagi keluarga, dan kebijakan yang membantu ibu menyusui sesuai rekomendasi. Dengan demikian, orang tua dapat menentukan pilihan terbaik untuk anak tanpa dipengaruhi promosi komersial yang menyesatkan.
Itulah fakta mengenai pengaruh influencer dan pemasaran digital terhadap keputusan Bunda menyusui.
Semoga informasi ini membantu Bunda lebih bijak menyaring informasi di media sosial dan mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah demi kesehatan Si Kecil dan Bunda, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)