Infantino Terpojok, 'Dimusuhi' Sekjen FIFA sampai Arsene Wenger
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berada di situasi sulit lantaran orang-orang terdekat di asosiasi induk sepak bola dunia itu berada di posisi yang berlawanan.
Ide penjualan saham Piala Dunia membuat posisi Infantino terjepit. Setelah resmi membatalkan rencana proposal penjualan saham beberapa hari lalu, Infantino masih mendapatkan 'serangan'.
Sosok-sosok di kursi elite FIFA menyatakan pandangan yang membuat Infantino susah. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Graftstrom merilis pesan keras kepada staf internal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
- Stop Eksperimen, Indonesia Harus Kembali ke Formasi The Winning Team
- Panas, Viral Perang Komentar Tajam Hubner vs Bintang Vietnam
- Jadwal Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden: Kapan, di Mana?
"Kita semua telah terlempar ke tengah kekacauan yang sulit dipahami dan diterima. Namun sebagai Sekretaris Jenderal saya menyarankan kita semua tetap fokus pada apa yang selalu menyatukan kita: melayani sepak bola dan melayani 211 Asosiasi Anggota, bergandengan tangan dengan semua pemangku kepentingan terkait dan sepenuhnya mematuhi Statuta FIFA dan Peraturan FIFA," tulis Graftstrom yang diungkap sumber dilansir dari Aljazeera.
Graftstrom juga mengingatkan agar tetap menjaga profesionalisme setelah momen yang disebutnya 'tidak stabil'.
Sementara Arsene Wenger yang kini menduduki jabatan sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA menjelaskan dirinya sama sekali tidak tahu soal proposal dari Infantino dan baru mendapatkan informasi dari media.
"Keputusan membatalkan proyek itu benar-benar diperlukan dan tidak perlu dipertanyakan lagi, karena saya sangat percaya pada FIFA yang independen yang melayani permainan kita dengan komitmen, transparansi, dan integritas," ucap mantan pelatih Arsenal itu.
Kepala Operasional atau Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, bahkan mengatakan staf dibohongi Infantino dan menyebut proposal penjualan saham Piala Dunia adalah kerjaan satu orang.
Sebelumnya penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, telah mengundurkan diri dan menyebut rencana FIFA 1 itu sebagai kesepakatan buruk untuk sepak bola.
Dalam beberapa hari terakhir, beberapa negara anggota asosiasi FIFA memutuskan tak mendukung Infantino dalam pencalonan Presiden FIFA periode 2027-2031. Kendati demikian tetap ada yang mendukung Infantino, seperti PSSI dan Erick Thohir.
[Gambas:Video CNN]
(nva/jal)