IEU CEPA Buka 90% Pos Tarif Jadi Nol, Ekspor Indonesia ke Eropa Makin Mudah
Jum'at, 21 Agustus 2026, 18:30 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Pemerintah Indonesia mempercepat implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) yang dinilai dapat membuka akses pasar lebih luas bagi produk Indonesia di Uni Eropa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan salah satu manfaat utama IEU CEPA adalah penghapusan tarif perdagangan. Jika mulai diimplementasikan, sekitar 90,4% pos tarif Indonesia akan langsung menjadi 0%, sementara 8,37% lainnya akan dikurangi secara bertahap.
“Ini adalah game changer bagi Indonesia, di mana sekitar 90 persen pos tarif kita langsung menjadi 0 persen dan akan berkurang secara bertahap,” ujar Airlangga selepas membahas IEU CEPA.
Kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan daya saing dan ekspor berbagai produk Indonesia ke pasar Eropa, termasuk kelapa sawit, alas kaki, kopi, furnitur, produk pertanian dan perikanan, hingga telekomunikasi.
Di sisi lain, Uni Eropa juga akan memperoleh akses pasar Indonesia yang lebih luas bagi kebutuhan industri maupun konsumennya.
Sementara di Indonesia, pemerintah telah berkonsultasi dengan DPR dan menyiapkan mekanisme Peraturan Presiden (Perpres) untuk mempercepat proses implementasi setelah ratifikasi. Pemerintah menargetkan IEU CEPA mulai berlaku pada awal 2027.
Selain memperluas perdagangan, Airlangga menilai IEU CEPA berpotensi membuka investasi baru dari perusahaan-perusahaan Eropa. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain energi terbarukan, digital, keamanan siber, pertanian, manufaktur, inovasi, dan teknologi.
“Dari Indonesia tentu berharap dengan diratifikasinya perjanjian ini, maka akan membuka atau unlock potensi investasi yang akan masuk ke Indonesia,” kata Airlangga.
Baca Juga: Airlangga Targetkan Perjanjian Dagang IEU CEPA Rampung Oktober
Baca Juga: Airlangga Bongkar PR Besar Industri Indonesia Hadapi Perubahan Ekonomi Global
Menurutnya, minat investor Eropa mulai terlihat dari meningkatnya kunjungan delegasi bisnis sejumlah negara Eropa ke Indonesia. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal positif menjelang implementasi IEU CEPA.
“Dari Indonesia tentu berharap dengan diratifikasinya perjanjian ini, maka akan membuka atau unlock potensi investasi yang akan masuk ke Indonesia karena saat sekarang Eropa menjadi juga menjadi salah satu daripada partner daripada investasi Indonesia di berbagai sektor,” harapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra