Idrus Marham: Muktamar NU Harus Lahirkan Kepengurusan Visioner dan Berintegritas
Ayu Rachmaningtyas
| 10 Juli 2026, 21:23 WIB

Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Penasehat Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Idrus Marham.
AKURAT.CO Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Penasehat Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Idrus Marham, berharap, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026 melahirkan kepengurusan yang kuat, berintegritas, dan mampu menggerakkan potensi besar warga Nahdliyin untuk mendukung pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Idrus menilai NU memiliki sumber daya kader yang tersebar di berbagai sektor dengan kapasitas, pengalaman, dan gagasan yang dapat menjadi modal besar bagi kemajuan organisasi.
Karena itu, kepemimpinan NU ke depan harus diisi figur yang memiliki kapasitas, kemandirian, serta mampu menjalankan organisasi berdasarkan visi dan gagasan yang kuat.
"Kader-kader NU yang ada di mana-mana memiliki konsep dan ide. Mereka harus tampil memimpin sehingga program-program yang dirancang benar-benar dijalankan sampai tuntas," kata Idrus usai menghadiri Sarasehan Nasional NU di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, kader NU yang berkiprah di berbagai bidang, termasuk dunia politik, memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan berbagai program pemerintah demi kepentingan masyarakat.
Karena itu, pengurus NU di semua tingkatan diharapkan mampu membangun sinergi dengan pemerintah sekaligus menghubungkan warga Nahdliyin dengan berbagai program pembangunan.
Ia mencontohkan sejumlah program strategis pemerintah, seperti pembentukan 83 ribu koperasi desa, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan sektor perikanan dan pertanian yang dinilai dapat menjadi ruang pengabdian bagi warga NU.
"Program-program pemerintah sudah sangat besar. NU harus mengambil peran, mulai dari koperasi desa, UMKM, hingga sektor nelayan. Warga NU perlu didorong agar terlibat aktif dalam program-program tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Ketum PBNU dan Muhammadiyah Dampingi Menlu Sugiono Kunjungi Iran, Hadiri Penghormatan untuk Ali Khamenei