HUT ke-58 BPJS kesehatan mentum tingkatkan kesadaran kepesertaan JKN

HUT ke-58 BPJS kesehatan mentum tingkatkan kesadaran kepesertaan JKN

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan menjadi momentum peningkatan kesadaran masyarakat, untuk memastikan data dan status keaktifan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ANTARA News kalteng 1 ...

HUT ke-58 BPJS kesehatan mentum tingkatkan kesadaran kepesertaan JKN

Jumat, 17 Juli 2026 15:59 WIB

Image Print

Peserta JKN saat berada di Kantor BPJS kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya. (ANTARA/BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya)

Palangka Raya (ANTARA) - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan menjadi momentum peningkatan kesadaran masyarakat, untuk memastikan data dan status keaktifan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sesuai dengan kondisi terkini menjadi bagian penting dalam mewujudkan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan.

Peserta JKN dari Kabupaten Kapuas, Dewi (31) melalui pernyataan tertulis yang diterima di Palangka Raya, Jumat mengatakan, memanfaatkan momen tersebut untuk memastikan administrasi kepesertaan Program JKN miliknya telah sesuai dengan kondisi terkini.

"Pembaruan data dan status kepesertaan merupakan langkah antisipatif agar saya dan keluarga tetap memiliki perlindungan kesehatan saat dibutuhkan," katanya.

Dewi mengatakan bahwa dirinya baru saja kantor BPJS Kesehatan Palangka Raya untuk mengurus perubahan data Kartu Keluarga dan mengaktifkan kembali BPJS (Program JKN). Hal itu karena sebelumnya iuran ditanggung mantan suami dan saat ini berstatus sudah nonaktif.

"Nah sekarang kan Kartu Keluarganya sudah berubah, jadi supaya anak ikut tanggungan saya aja sesuai Kartu Keluarga baru dan tetap punya jaminan BPJS. Walaupun selama ini hanya pernah pakai 1 kali saja, harapannya sih semoga tidak pernah terpakai kedepannnya. Anggap bersedekah bantu sesama," katanya.

Lebih lanjut, pengalaman menghadapi kondisi darurat kesehatan beberapa tahun lalu menjadi alasan lain yang memperkuat kesadaran Dewi untuk selalu memastikan administrasi kepesertaan Program JKN tetap tertib. Ia mengaku pernah merasakan langsung manfaat Program JKN saat anaknya harus menjalani perawatan intensif sesaat setelah dilahirkan.

Dia mengaku bahwa sebelumnya Dewi pernah ngurus BPJS anak juga waktu lahiran tahun 2020. Mulanya status kepesertaannya nonaktif dan kebetulan anaknya saya lahir dalam kondisi kurang sehat, yakni ada pembengkakan kepala.

Di pihak lain, Kepala BPJS kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya, K Hindro Kusumo mengungkapkan bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan, tetapi juga melalui kesadaran peserta terhadap data kepesertaan Program JKN masing-masing. Dengan kepesertaan yang aktif dan data yang akurat, akses terhadap pelayanan kesehatan dapat diperoleh secara lebih mudah ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Demi mendukung kualitas layanan kami juga telah memberikan beberapa kemudahan bagi peserta yang ingin melakukan pengecekan keaktifan dan perubahan data kepesertaannya," katanya.

Salah satunya melalui layanan non tatap muka berupa Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa) di nomor 08118165165 dan Aplikasi Mobile JKN. Dimana kedua layanan ini bisa diakses lebih mudah dari rumah dan kapan saja oleh peserta Program JKN.

"Langkah sederhana ini akan memberikan rasa tenang karena perlindungan kesehatan telah siap digunakan kapan pun diperlukan," kata Hindro.

Baca juga: Pemkab Bartim dan BPJS Kesehatan satukan langkah lewat Forum Kemitraan 2026

Baca juga: Prolanis Puskesmas Marina Permai diikuti 487 orang, BPJS perkuat pencegahan penyakit kronis

Baca juga: Pemkab Barito Utara perkuat implementasi Program JKN untuk capai UHC

Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.