Harga Gabah Naik, Kebijakan Bulog Pacu Petani Penajam Paser Utara Garap Sawah |Republika Online
Ilustrasi memanen padi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebijakan Perum Bulog menyerap gabah kering panen (GKP) petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram (kg) memacu semangat petani di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, untuk kembali menggarap lahan persawahan. Kebijakan tersebut diharapkan turut mendongkrak perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
"Sejak kebijakan Bulog menyerap GKP dengan harga Rp 6.500 per kilogram, petani semakin terpacu menggarap lahan persawahan," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Gunawan, di Penajam, Senin (10/8/2026).
Menurut Gunawan, kebijakan harga pembelian tersebut juga berdampak terhadap harga gabah di tingkat petani. Tengkulak kini membeli GKP dengan harga di atas harga yang ditetapkan Bulog sehingga petani memiliki pilihan pasar yang lebih menguntungkan.
"Tengkulak juga membeli GKP di atas harga Bulog. Ini menjadi pemicu petani menanam padi dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian kabupaten serta kesejahteraan petani," kata Gunawan.
Petani Penajam Paser Utara saat ini mulai memasuki masa panen padi pada periode tanam kedua April-September 2026. Panen berlangsung ketika wilayah tersebut berada pada musim kemarau.
Gunawan mengatakan realisasi luas tanam padi pada musim tanam kedua telah mencapai sekitar 6.500 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 700 hektare lahan persawahan mulai memasuki proses panen.
"Realisasi tanam padi 6.500 hektare pada masa tanam kedua dan 700 hektare mulai proses panen," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap target produksi padi pada periode tanam kedua 2025/2026 dapat tercapai meskipun proses panen berlangsung di tengah musim kemarau.
Puncak panen diperkirakan berlangsung pada akhir Agustus hingga awal September 2026. Pemerintah daerah memperkirakan potensi produksi pada periode tersebut mencapai sekitar 22 ribu ton GKP.
Besarnya potensi produksi itu membuat kepastian penyerapan menjadi salah satu faktor penting bagi petani. Pemerintah daerah pun telah berkoordinasi dengan Bulog agar gabah yang dihasilkan petani dapat terserap ketika panen berlangsung dalam jumlah besar.
"Pemerintah kabupaten telah melakukan koordinasi dengan Bulog untuk penyerapan GKP petani pada masa tanam kedua," kata Gunawan.
sumber : Antara