Hal yang perlu diketahui sebelum mulai pilates

Hal yang perlu diketahui sebelum mulai pilates

Jakarta (ANTARA) - Pilates menjadi salah satu olahraga yang semakin banyak dilirik, terutama oleh mereka yang ingin mulai rutin bergerak dengan latihan yang tidak terlalu banyak melibatkan gerakan berintensitas tinggi.

Sekilas, gerakan Pilates memang terlihat sederhana. Namun, olahraga ini tetap membutuhkan teknik, konsentrasi dan kontrol tubuh. Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diketahui sebelum seseorang mengikuti kelas Pilates atau mencoba latihan sendiri di rumah.

Pilates merupakan latihan yang menggabungkan gerakan terkontrol, pernapasan dan konsentrasi dengan fokus pada kekuatan otot inti, fleksibilitas, postur serta keseimbangan. Latihannya dapat dilakukan menggunakan matras maupun peralatan seperti reformer.

Baca juga: Mengenal pilates, olahraga kekuatan dan keseimbangan yang lagi tren

Baca juga: Daftar olahraga yang cocok untuk lansia

Tidak harus sudah jago olahraga

Salah satu hal yang menarik dari Pilates adalah latihan ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang sudah memiliki tingkat kebugaran tertentu.

Pemula dapat memulai dari gerakan dasar dan meningkatkan tingkat kesulitannya secara bertahap. NHS bahkan menyediakan sesi Pilates khusus pemula yang dirancang untuk orang yang belum pernah melakukan Pilates sebelumnya.

Jadi, tidak perlu merasa harus sudah fleksibel atau kuat sebelum mengikuti kelas pertama. Justru kemampuan tersebut dapat dibangun melalui latihan yang dilakukan secara bertahap.

Gerakan pelan bukan berarti mudah

Jangan tertipu dengan gerakan Pilates yang terlihat pelan. Gerakan yang dilakukan secara perlahan tetap bisa membuat otot bekerja cukup keras.

Pilates menekankan presisi, kontrol gerakan, pernapasan dan penggunaan otot inti. Karena itu, kualitas gerakan lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah pengulangan.

Pemula juga tidak perlu memaksakan diri mengikuti gerakan peserta lain. Jika sebuah gerakan terasa terlalu sulit, tanyakan kepada instruktur apakah terdapat modifikasi yang lebih sesuai.

Matras sudah cukup untuk memulai

Banyak orang mungkin mengenal Pilates melalui alat reformer yang digunakan di studio. Padahal, Pilates tidak selalu membutuhkan peralatan tersebut.

Latihan mat Pilates dapat dilakukan dengan menggunakan matras. Peralatan tambahan baru diperlukan untuk jenis latihan tertentu.

Untuk pemula, mengenal dasar-dasar gerakan melalui mat Pilates bisa menjadi pilihan sederhana sebelum mencoba latihan menggunakan alat.

Baca juga: Pilates yang aman untuk ibu pasca melahirkan

Pilih instruktur yang memahami level pemula

Jika baru pertama kali mencoba Pilates, mengikuti kelas yang memang ditujukan untuk pemula dapat membantu memahami teknik dasar.

Instruktur yang baik seharusnya dapat menyesuaikan gerakan dengan kemampuan peserta dan meningkatkan tingkat kesulitan secara perlahan. Cleveland Clinic juga menyarankan pemula memilih instruktur yang memiliki pelatihan memadai dan mampu memberikan modifikasi gerakan bila diperlukan.

Hal ini menjadi penting karena gerakan yang dilakukan dengan teknik yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko cedera.

Jangan langsung mengejar gerakan sulit

Media sosial sering menampilkan gerakan Pilates yang terlihat menarik dan menantang. Namun, pemula tidak perlu langsung mencoba gerakan tersebut.

Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pola gerakan baru. Mulailah dengan latihan dasar dan tingkatkan kesulitan secara bertahap setelah tubuh mulai terbiasa.

Cleveland Clinic juga menyarankan untuk memulai Pilates secara perlahan. Meningkatkan intensitas terlalu cepat justru dapat meningkatkan risiko cedera.

Perhatikan sinyal dari tubuh

Rasa pegal setelah melakukan aktivitas fisik baru bisa terjadi ketika tubuh beradaptasi. Namun, rasa sakit bukan sesuatu yang perlu dipaksakan.

NHS menyarankan untuk segera menghentikan latihan jika muncul rasa sakit atau merasa tidak enak badan.

Jika gerakan tertentu terasa tidak nyaman, jangan ragu untuk berhenti dan meminta instruktur memperbaiki posisi atau memberikan alternatif gerakan.

Kondisi kesehatan juga perlu diperhatikan

Pilates memang dapat dilakukan oleh banyak orang, tetapi bukan berarti semua gerakan cocok untuk setiap kondisi.

Orang yang sedang mengalami cedera, memiliki kondisi kesehatan tertentu, baru menjalani operasi, sedang tidak enak badan, atau memiliki kekhawatiran mengenai kemampuan berolahraga sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai. Hal yang sama berlaku bagi orang yang sedang hamil atau baru melahirkan.

Dengan mengetahui kondisi tubuh sejak awal, latihan dapat disesuaikan sehingga lebih aman dan nyaman.

Pada akhirnya, memulai Pilates tidak perlu dibuat rumit. Kenali gerakan dasar, pilih latihan sesuai kemampuan, jangan terburu-buru meningkatkan tingkat kesulitan dan dengarkan sinyal tubuh.

Jika dilakukan secara konsisten dan dengan teknik yang tepat, Pilates dapat menjadi salah satu cara yang menyenangkan untuk menjaga tubuh tetap aktif.

Baca juga: Pilates hingga zumba bisa jadi pilihan olahraga di rumah

Baca juga: Suka mual saat olahraga? Ini penyebab dan cara atasinya

Baca juga: Cara agar latihan kekuatan tidak membosankan dan tetap konsisten

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.