Haji Isam Disebut Incar 62 Persen Saham Bayan Senilai Rp52,53 T

Haji Isam Disebut Incar 62 Persen Saham Bayan Senilai Rp52,53 T

Jakarta, CNN Indonesia --

Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam dikabarkan mengincar kepemilikan 62 persen saham perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik taipan Low Tuck Kwong.

Menurut laporan Bloomberg News pada Rabu (9/9), Haji Isam mengajukan penawaran saham sekitar US$3 miliar atau setara Rp52,53 triliun (asumsi kurs Rp17.510 per dolar AS).

Sumber Bloomberg News yang mengetahui hal tersebut mengatakan salah satu entitas bisnis yang dikendalikan oleh Haji Isam mengajukan penawaran akuisisi Bayan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan tersebut, angka tawaran pembelian Bayan Resources hanya sebagian kecil dari nilai pasarnya. Saham yang menjadi target tawaran perusahaan Haji Isam terutama yang dimiliki oleh miliarder Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine.

"Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut," kata kantor berita Reuters.

Sebelumnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik taipan Low Tuck Kwong buka suara soal kabar saham bakal diborong konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Corporate Secretary Bayan Resources Jenny Quantero menjelaskan bahwa saat ini Bayan Resources tidak mengetahui soal rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham BYAN, sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut.

"Namun pemegang saham pengendali Perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," jelas Jenny dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/8).

Ia juga menekankan sampai dengan tanggal keterbukaan informasi diterbitkan, Bayan Resource tidak memiliki informasi atau kejadian material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik, yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha Perseroan dan/atau harga saham perusahaan.

"Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2 persen saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam," ungkap Jenny.

Bayan Resources juga menekankan tidak memiliki informasi terkait pihak-pihak yang terlibat maupun struktur transaksi sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar. Hal itu termasuk informasi terkait porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi terkait.

Adapun terkait dampak terhadap pengendalian, BYAN mengaku tidak dapat memberikan penjelasan mengenai dampak, karena tidak terdapat transaksi yang bisa dikonfirmasi oleh perusahaan.

"Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan Perseroan sehubungan dengan informasi tersebut karena tidak terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi oleh Perseroan," jelas Jenny.

Ke depan, ia memastikan kabar yang beredar terkait rencana akuisisi saham BYAN tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan perusahaan.

"Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang undangan di bidang pasar modal dan ketentuan BEI,termasuk kewajiban penyampaian keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan kepada publik," tandasnya.

[Gambas:Youtube]

(fln/pta)