Gubernur: Pengembangan Bandara DEO strategi dukung embarkasi haji - ANTARA News Papua Tengah
Sorong (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengatakan pengembangan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong menjadi salah satu langkah strategis pemerintah provinsi untuk mendukung terwujud embarkasi haji di Kota Sorong.
Dia menjelaskan pemerintah daerah menargetkan pembentukan embarkasi antara sebagai langkah awal, guna mempermudah pelayanan keberangkatan jamaah calon haji dari Papua Barat Daya dan wilayah tanah Papua.
"Target jangka pendek kami adalah mewujudkan embarkasi antara di Sorong sehingga seluruh proses administrasi, seperti pemeriksaan dokumen, paspor, dan tahapan keberangkatan jamaah dapat diselesaikan di Sorong tanpa harus menginap di Makassar," katanya di Sorong, Sabtu.
Dia mengatakan selama ini jamaah calon haji berasal dari tanah Papua masih harus transit dan menjalani berbagai tahapan administrasi di Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus menyiapkan berbagai kebutuhan infrastruktur untuk mendukung pembentukan embarkasi antara, salah satunya melalui pengembangan Bandara DEO Sorong.
Elisa menjelaskan pengembangan bandara diawali dengan rencana penambahan terminal penumpang guna meningkatkan kapasitas pelayanan.
"Langkah tersebut telah dibahas bersama pemerintah pusat sebagai bagian dari persiapan menuju operasional embarkasi antara," ujarnya.
Selain itu, pihaknya merencanakan perpanjangan landasan pacu Bandara DEO sekitar 600 meter agar dapat melayani pesawat berbadan lebar yang digunakan untuk penerbangan haji langsung ke Arab Saudi.
"Jangka panjangnya kami ingin penerbangan haji dapat langsung berangkat dari Sorong menuju Tanah Suci karena Bandara DEO juga telah berstatus bandara internasional," ujarnya.
Ia berharap, Kementerian Haji dan Umrah memberikan dukungan terhadap rencana tersebut sehingga pelayanan penyelenggaraan ibadah haji bagi masyarakat di tanah Papua dapat semakin efektif dan efisien.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf saat berkunjung ke Papua Barat Daya pada 17 Juli 2026, menyatakan peluang pembukaan embarkasi haji di Kota Sorong terbuka sepanjang memenuhi dua persyaratan utama, yakni jumlah anggota jamaah calon haji yang memadai dan kesiapan infrastruktur bandara.
Dia mengatakan wilayah yang mengusulkan embarkasi baru idealnya memiliki sekitar 4.000 calon haji serta didukung bandara yang mampu melayani operasional pesawat berbadan lebar.
Ia menambahkan pembukaan embarkasi juga memerlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, antara lain Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan seluruh aspek pelayanan keberangkatan jamaah dapat berjalan sesuai ketentuan.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.