Gubernur Kalbar jadikan Robo-robo Mempawah penggerak pariwisata - ANTARA News Kalimantan Barat

Gubernur Kalbar jadikan Robo-robo Mempawah penggerak pariwisata - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menjadikan Festival Budaya Robo-Robo Mempawah sebagai ruang pelestarian warisan leluhur sekaligus penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat.

"Melalui festival ini, kita berharap kisah sejarah dan asal-usul tradisi Robo-Robo terus diperkenalkan kepada generasi penerus. Dengan demikian, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan tidak lekang oleh zaman," kata Ria Norsan saat membuka Festival Budaya Robo-Robo Kabupaten Mempawah 2026 di Kuala Mempawah, Rabu.

Norsan mengatakan tradisi Robo-robo merupakan bagian dari napak tilas sejarah kedatangan Opu Daeng Manambon atau Upu Datu Menambon ke Mempawah yang erat kaitannya dengan doa tolak bala dan permohonan keselamatan masyarakat.

Menurut dia, perjalanan sejarah Upu Datu Menambon dari Luwu, Sulawesi Selatan, yang kemudian menikah dengan Ratu Kesumba, putri Raja Matan Tanjungpura, menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perkembangan Kerajaan Amantubillah Mempawah.

Norsan menekankan perlunya kolaborasi Pemprov Kalbar, Pemkab Mempawah, dan Kerajaan Amantubillah Mempawah untuk mengemas pelestarian budaya secara lebih menarik sehingga mampu memberikan dampak terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Saya meyakini, di bawah kepemimpinan Raja ke-14 Kerajaan Amantubillah Mempawah, Yang Mulia Muhammad Hafiz, sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dapat terus diperkuat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Mempawah Erlina Ria Norsan mengatakan Robo-Robo bukan sekadar ritual tahunan, melainkan simbol perekat sosial sekaligus bukti kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Momentum ini tidak hanya digunakan untuk mengenang nilai-nilai luhur perjuangan dan doa tolak bala, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi lintas suku, agama, dan golongan di Kabupaten Mempawah,” ujarnya.

Erlina menegaskan Pemkab Mempawah berkomitmen menjaga warisan budaya tak benda tersebut agar memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus menjadi daya tarik wisata.

“Festival Robo-Robo diharapkan tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi magnet pariwisata, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Ia berharap penyelenggaraan festival yang berkelanjutan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Mempawah.

Festival Robo-Robo Mempawah 2026 ditutup dengan penyerahan bantuan penyelenggaraan dari Pemprov Kalbar kepada Pemkab Mempawah sebesar Rp50 juta dan dilanjutkan makan saprahan sebagai upaya menjaga tradisi serta nilai kebersamaan.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.