Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 siap digelar di Prambanan, dorong anak muda aktif bergerak
Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 siap digelar di Prambanan, dorong anak muda aktif bergerak
Sabtu, 29 Agustus 2026 09:38 WIB
Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health Andry Mahyudi (Dua dari kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat (28/8/2026). ANTARA/Aris Wasita
Yogyakarta (ANTARA) - Tujuh tim dance terbaik dari berbagai daerah di Indonesia siap berlaga pada babak Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 di kawasan Prambanan, Yogyakarta, 30 Agustus 2026.
Para finalis akan memperebutkan gelar juara, hadiah utama senilai Rp50 juta, serta kesempatan untuk berangkat ke Jepang. Kompetisi ini mengusung kampanye #DanceOnCoughOff dengan ajakan "15 Menit Dance" sebagai pintu masuk bagi generasi muda untuk membangun kebiasaan hidup aktif dan konsisten di tengah rutinitas harian.
Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health Andry Mahyudi mengatakan pendekatan ini dirancang agar pesan hidup sehat terasa relevan dengan dunia anak muda melalui media yang mereka gemari.
"Dance bukan hanya soal kompetisi atau kemampuan di atas panggung, tetapi juga tentang bergerak, berekspresi, bertemu komunitas, dan membangun kebiasaan aktif dengan cara yang menyenangkan. Semangat itulah yang kami bawa melalui Komix Herbal POTEK Dance Fest," katanya.
Dari rangkaian submission, audisi, dan enam semifinal regional, terpilih tujuh tim finalis yang mewakili ragam karakter daerah. Tujuh tim tersebut yakni InMotion Dance House (Medan), ArteeZ (Jabodetabek), Mystylez Crew (Jawa Barat), Waackanizm (Jawa Tengah), Sunkiss Dance Crew (Jawa Timur), Zenith (Sulawesi), dan A-Youngz (Jabodetabek-Brand's Choice Wildcard).
"Anak muda sebenarnya punya begitu banyak cara untuk bergerak. Karena itu, kami ingin mengajak mereka memulainya dari aktivitas yang memang mereka sukai," katanya.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Ikhwan Zein, Sp.KO., Subsp.ALK (K), Ph.D., menjelaskan latihan aerobik seperti dance secara rutin berpotensi menstimulasi sistem kardiorespirasi dan mendukung peningkatan VOmax (kemampuan maksimal tubuh menggunakan oksigen).
Menurut panduan WHO, orang dewasa disarankan melakukan aktivitas aerobik sedang 150-300 menit atau intensitas berat 75-150 menit/minggu.
"VOmax pada dasarnya menggambarkan seberapa baik tubuh kita menggunakan oksigen saat bekerja. Dance yang dilakukan dengan intensitas cukup untuk meningkatkan denyut jantung dan pernapasan dapat menjadi salah satu bentuk latihan aerobik. Namun, untuk melatih kebugaran kardiorespirasi dan mendorong peningkatan VOmax tetap dibutuhkan konsistensi serta kombinasi durasi, frekuensi, dan intensitas latihan yang memadai. Jadi bukan semata-mata soal bergerak selama beberapa menit, tetapi bagaimana aktivitas itu kemudian berkembang menjadi kebiasaan aktif," katanya.
Sementara itu, pada kompetisi yang mengusung tema Modern with Indonesian Heritage tersebut, para peserta ditantang memadukan koreografi modern dengan unsur budaya lokal. POTEK Dance Fest tahun ini menantang peserta untuk melangkah lebih jauh dari sekadar kemampuan teknis.
Para dancer didorong mengeksplorasi identitas mereka dan menerjemahkan unsur budaya Indonesia melalui koreografi, musik, kostum, maupun ekspresi panggung yang tetap relevan dengan perkembangan dance modern.
Dengan pendekatan tersebut, kompetisi tidak hanya mencari siapa yang mampu melakukan
gerakan paling sulit, tetapi juga siapa yang mampu menghadirkan karya dengan karakter dan identitas yang kuat.
Penampilan mereka akan dinilai langsung oleh penari internasional asal Jepang Ibuki yang bertindak sebagai juri internasional.
Bagi Ibuki, kompetisi juga menjadi ruang belajar yang memungkinkan dancer melihat bagaimana
peserta lain menerjemahkan musik, budaya, dan identitas mereka melalui gerakan.
"Kompetisi memberi dancer kesempatan untuk belajar bukan hanya dari juri, tetapi juga dari peserta lain. Saya sangat menantikan bagaimana para finalis membawa karakter mereka sendiri, terutama ketika mereka harus menggabungkan dance modern dengan unsur budaya Indonesia. Saya berharap mereka berani mengeksplorasi ide, percaya pada identitas mereka, dan menikmati
kesempatan untuk tampil di panggung Grand Final," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.