Giring: Pemerintah bantu revitalisasi Museum Kretek dan Patiayam Kudus

Giring: Pemerintah bantu revitalisasi Museum Kretek dan Patiayam Kudus

Kudus (ANTARA) - Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) RI Giring Ganesha Djumaryo mengungkapkan Kementerian Kebudayaan berencana membantu merevitalisasi Museum Kretek dan Museum Patiayam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, agar lebih menarik dan diminati pengunjung.

"Kedua museum di Kabupaten Kudus memang menjadi sasaran program perbaikan. Bapak Presiden RI Prabowo Subianto juga sudah mengarahkan kepada Bapak Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan seluruh jajaran Kementerian Kebudayaan agar perbaikan museum bukan hanya secara fisik bangunan, tetapi juga memastikan setiap koleksinya memiliki narasi yang dapat menjelaskan kepada para pengunjung," ujarnya saat berkunjung ke Kudus, Sabtu.

Menurut dia masih terdapat museum yang memiliki koleksi bagus, tetapi belum dilengkapi narasi yang memadai untuk menjelaskan setiap koleksi kepada pengunjung.

Ia mengatakan dirinya bersama Menteri Kebudayaan telah berkeliling ke berbagai museum di Indonesia dan menemukan hal tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan museum.

"Karena itu, museum daerah tentunya bisa meniru museum nasional. Setiap koleksi yang ditampilkan dilengkapi narasi yang lengkap sehingga pengunjung mendapatkan penjelasan mengenai koleksi yang dilihat," ujarnya.

Ia menargetkan program perbaikan dua museum di Kabupaten Kudus tersebut dapat selesai pada akhir tahun.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan karena dua museum di Kudus akan mendapatkan bantuan perbaikan sehingga diharapkan semakin menarik minat pengunjung.

"Untuk alokasi anggaran masing-masing museum diperkirakan Rp1,5 miliar, sehingga untuk dua museum diperkirakan mendapatkan bantuan sekitar Rp3 miliar," ujarnya.

Baca juga: Kemenbud gandeng Danantara percepat revitalisasi Museum Nasional

Baca juga: Situs Trowulan ditinjau untuk percepatan revitalisasi Museum Majapahit

Menurut dia, pelaksanaan revitalisasi kedua museum tersebut akan dikerjakan langsung oleh pemerintah pusat.

Museum Patiayam memiliki koleksi fosil purba hasil temuan dari Situs Patiayam yang hingga kini mencapai 10.147 fragmen. Namun, fosil yang dipamerkan di ruang pamer museum baru sekitar 200 fragmen.

Fosil yang ditemukan di Situs Patiayam di antaranya Stegodon trigonocephalus (gajah purba), Elephas sp. (sejenis gajah purba), Cervus zwaani dan Cervus lydekkeri (sejenis rusa), serta Rhinoceros sondaicus (badak).

Selain itu, terdapat Brachygnathus dubois (babi), Felis sp. (kucing besar/macan), Bubalus palaeokarabau (kerbau purba), Bos palaesondaicus (banteng purba), Crocodylus sp. (buaya), hingga kapak genggam atau "chopper".

Sementara itu, koleksi Museum Kretek antara lain menggambarkan proses produksi rokok kretek, mulai dari pembuatan secara manual hingga menggunakan teknologi modern, jenis-jenis tembakau, produk rokok dari masa ke masa, serta patung sejumlah tokoh yang berperan dalam perkembangan industri rokok di Indonesia.

Baca juga: Ruang ingatan hidup kembali, revitalisasi Museum Hatta-Sjahrir rampung

Baca juga: 200 museum dan cagar budaya akan direvitalisasi, langkah Sumut diapresiasi

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.