Gibran pastikan pendataan dan perbaikan rumah rusak di Manggarai Timur
Manggarai Timur, NTT (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka saat berdialog dengan masyarakat di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memastikan pendataan intensif dilakukan untuk memperbaiki rumah yang rusak dan memastikan masa tenggang terkait pembayaran kredit warga terdampak gempa.
Gibran bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno dan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengunjungi sejumlah rumah warga yang hancur dan posko pengungsian di Desa Waso, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Jumat.
"Jangan lupa didata ya, nanti rumahnya kami perbaiki," kata Gibran ketika berdialog dengan sekumpulan warga.
Tidak hanya itu, dalam dialog dengan Nining Astriani, seorang guru setempat yang turut menjadi penyintas gempa, Wapres juga menyampaikan akan mengambil tindakan terkait penangguhan kredit usaha yang akan sulit dibayarkan mengingat kondisi ekonomi warga setelah gempa.
"Nanti akan ada grace period, nanti akan diberikan keleluasaan biar tidak terbebani di masa bencana," katanya.
Sebagai informasi, Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak berat akibat rangkaian guncangan bencana.
Secara keseluruhan, per Kamis (20/8) terdapat 78 orang meninggal dunia, 953 orang mengalami luka-luka dan 95.871 orang lainnya mengungsi.
Selain ke Kabupaten Manggarai Timur, Gibran juga meninjau posko pengungsian di Kecamatan Reog, Kabupaten Manggarai serta puskesmas setempat yang mengalami kerusakan.
Baca juga: Gibran sampaikan empati dan minta maaf kepada pengungsi di NTT
Baca juga: Gibran minta kebutuhan dasar warga terdampak gempa jadi prioritas
Baca juga: Wapres gandeng mahasiswa UI untuk trauma healing pengungsi di Sikka
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.