Gereja GBI Cianjur Kebakaran, 5 Unit Damkar Diterjunkan - ANTARA News Jawa Barat

Gereja GBI Cianjur Kebakaran, 5 Unit Damkar Diterjunkan - ANTARA News Jawa Barat

Cianjur (ANTARA) - Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menurunkan lima unit mobil pemadam guna menangani api yang membakar gereja GBI di Jalan Moch Ali, Kelurahan Solok Pandan diduga berasal dari arus pendek listrik, Minggu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Cianjur Djoko Purnomo di Cianjur, Minggu, mengatakan sekitar 100 orang petugas gabungan ditambah dua unit water canon milik Polres Cianjur, diperbantukan ke lokasi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, menjalang malam api sudah dapat dipadamkan dan petugas melakukan pendinginan agar api tidak kembali menyala dan merembet ke bangunan lainnya.

"Selang satu jam api sudah dapat dipadamkan dan hingga Minggu malam petugas masih melakukan pendinginan guna memastikan api tidak kembali menyala," katanya.

Dia menjelaskan, seratus orang petugas gabungan diturunkan terdiri dari TNI/Polri, BPBD Cianjur, Dishub Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan, berjibaku memadamkan api agar tidak menjalar ke bangunan lainnya yang berdekatan.

Pihaknya bersama Inafis Polres Cianjur, melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran yang diduga dari arus pendek listrik yang terjadi di dalam bangunan selang beberapa saat setelah kegiatan jemaat Minggu.

"Kami masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang informasi-nya berawal dari arus pendek listrik pada pendingin udara di dalam ruangan," katanya.

Selama penanganan kebakaran dilakukan, tambah dia, arus lalulintas di sepanjang lokasi ditutup dan diarahkan ke jalur alternatif, sedangkan warga sekitar diminta tetap siaga dan waspada.

Pantauan Antara hingga Minggu malam ratusan petugas masih melakukan pendinginan guna mengantisipasi api kembali menyala, ditunjang tujuh unit mobil pemadam, dimana dua diantaranya water canon milik Polres Cianjur.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.