Geosite Dumaring jadi percontohan nasional pelestarian karst purba - ANTARA News Kalimantan Timur

Geosite Dumaring jadi percontohan nasional pelestarian karst purba - ANTARA News Kalimantan Timur

Berau (ANTARA) - Tim penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat resmi meninjau Geosite Batu Gamping Dumaring di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, guna menegaskan kawasan karst purba tersebut sebagai percontohan ...

Berau (ANTARA) - Tim penilai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat resmi meninjau Geosite Batu Gamping Dumaring di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, guna menegaskan kawasan karst purba tersebut sebagai percontohan nasional yang sukses memadukan pelestarian alam dengan peningkatan ekonomi warga lokal.

Koordinator Program Kolaborasi dan Konservasi Hutan dan Sungai Dumaring Nandang Muliana, di Berau, Jumat, mengungkapkan bahwa batu gamping di kawasan ini memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi, karena batuan purba tersebut diperkirakan telah terbentuk sejak 11 hingga 3 juta tahun yang lalu.

"Batu gamping di sini bukan sekadar hamparan batu komoditas, melainkan penyangga utama keberlangsungan hutan karst. Struktur ini mendukung penuh rantai kehidupan berbagai flora dan fauna endemik yang ada di dalam kawasan," ujar Nandang saat menerima tim penilai nasional.

Ia mengungkapkan melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), warga Kampung Dumaring berhasil mengubah paradigma konservasi menjadi sumber pendapatan.

Masyarakat setempat aktif memanfaatkan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan melalui pembudidayaan berbagai bibit tanaman langka dan bernilai tinggi, antara lain pohon ulin (kayu besi khas Kalimantan), tanaman mangrove (penjaga garis pantai), dan pohon kapur (penghasil resin alami).

Ia mengatakan program penghijauan ini terbukti sukses secara finansial dengan mencatatkan nilai ekonomi hingga Rp800 juta bagi kas kelompok dan kesejahteraan warga.

Selain sektor kehutanan, lanjut Nandang, diversifikasi ekonomi dilakukan melalui pengembangan destinasi wisata berbasis alam lewat Taman Gua Dumaring.

Destinasi ini mengusung konsep open trip yang unik dengan tiga pilar utama yakni edukasi publik mengenai sejarah pembentukan bumi dan gua, pelestarian lingkungan aktif oleh para pengunjung dan ketiga keterlibatan total masyarakat lokal sebagai pemandu dan penyedia akomodasi, dan keberhasilan Geosite Dumaring tidak lepas dari penerapan konsep kerja sama multipihak (pentahelix).

Fondasi kuat kawasan ini dibangun atas sinergi aktif antara pemerintah selaku regulator kebijakan, akademisi sebagai penyedia basis data ilmiah, dunia usaha yang menyalurkan investasi pendukung dan masyarakat lokal sebagai aktor utama di lapangan.

"Kunjungan Tim Penilai Geopark ini menjadi bukti nyata bahwa konsep geopark yang ideal tidak hanya fokus memproteksi warisan geologi secara kaku," kata Nandang.

Menurutnya, Geosite Dumaring telah membuktikan bahwa keseimbangan antara konservasi lingkungan, pengembangan pariwisata, dan peningkatan perut bumi dapat diwujudkan secara nyata dan berkelanjutan.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.