Gempa NTT M 7,7 bikin Ratusan BTS Lumpuh: Daerah Ini Paling Terdampak
Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:51 WIB
VIVA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan pemantauan dan pemulihan jaringan telekomunikasi terus dilakukan bersama para operator seluler pascagempa NTT (Nusa Tenggara Timur) Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Baca Juga
Gempa NTT terjadi pukul 05.58 WITA (04.58 WIB) dengan pusat gempa di Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Berdasarkan pemantauan operator seluler melalui dashboard monitoring hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 site atau BTS teridentifikasi mengalami gangguan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Sebanyak 16,35 persen BTS di wilayah yang teridentifikasi terdampak mengalami gangguan. Komdigi terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani. Keselamatan petugas dan akses publik terhadap akses telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan,” kata Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto.
Baca Juga
Dari hasil pemantauan sementara, tiga operator seluler, yaitu Telkomsel, XLsmart, dan Indosat, terkonfirmasi mengalami dampak pada jaringan di sejumlah wilayah.
Pada jaringan Telkomsel, sejumlah BTS mengalami gangguan akibat terganggunya pasokan listrik di wilayah terdampak gempa NTT. XLsmart juga melaporkan gangguan layanan, terutama di area yang berdekatan dengan pusat gempa. Sementara itu, Indosat masih melakukan pemantauan intensif melalui tim teknis.
Baca Juga
Selain gangguan pasokan listrik, koordinasi dengan operator seluler menunjukkan adanya gangguan pada jaringan transmisi sebagai dampak gempa Bumi. Rincian kondisi infrastruktur telekomunikasi pada masing-masing kabupaten/kota adalah sebagai berikut:
Kabupaten Sikka: 51 site/BTS terdampak dari 192 BTS eksisting atau 26,56 persen,
Kabupaten Ende: 31 site/BTS terdampak dari 118 BTS eksisting atau 26,27 persen,
Kabupaten Flores Timur: 26 site/BTS terdampak dari 161 BTS eksisting atau 16,15 persen,
Kabupaten Manggarai: 22 site/BTS terdampak dari 150 BTS eksisting atau 14,67 persen,
Kabupaten Manggarai Barat: 17 site/BTS terdampak dari 141 BTS eksisting atau 12,06 persen,
Kabupaten Manggarai Timur: 16 site/BTS terdampak dari 80 BTS eksisting atau 20 persen,
Kabupaten Ngada: 13 site/BTS terdampak dari 101 BTS eksisting atau 12,87 persen,
Kabupaten Nagekeo: 11 site/BTS terdampak dari 73 BTS eksisting atau 15,07 persen,
Kabupaten Lembata: 10 site/BTS terdampak dari 73 BTS eksisting atau 13,70 persen, dan
Kabupaten Timor Tengah Utara: 3 site/BTS terdampak dari 134 BTS eksisting atau 2,24 persen.
Halaman Selanjutnya
Secara jumlah, site/BTS terdampak paling banyak akibat gempa NTT berada di Kabupaten Sikka sebanyak 51 site/BTS, diikuti Kabupaten Ende sebanyak 31 site/BTS dan Kabupaten Flores Timur sebanyak 26 site/BTS.