Gaya Balap Toprak Kadang Bikin Timnya Takut Sendiri
Jakarta -
Toprak Razgatlioglu belum menunjukkan performa terbaiknya pada musim debut di MotoGP. Namun, di balik proses adaptasinya, ada satu gaya balap khas yang justru membuat tim Pramac Yamaha ikut deg-degan.
Crew chief Toprak, Alberto Giribuola, mengungkap pebalap asal Turki itu memiliki cara unik saat melibas tikungan cepat. Saking agresifnya, timnya sendiri mengaku kadang ikut ketakutan melihat aksi sang pebalap di lintasan.
Razgatlioglu memang masih berusaha menyesuaikan gaya balapnya dengan karakter ban Michelin yang digunakan MotoGP. Meski belum mampu rutin finis di 10 besar, juara dunia World Superbike tiga kali itu dinilai memiliki kemampuan yang sulit dimiliki pebalap lain.
Giribuola mengatakan, Toprak sama-sama dikenal sebagai pebalap yang mengerem sangat terlambat, seperti mantan pebalap MotoGP Andrea Dovizioso yang pernah bekerja dengannya. Tapi tetap ada perbedaan di antara keduanya.
"Dia termasuk pebalap yang mengerem sangat terlambat. Jadi, seperti Dovizioso, dia memang ahli dalam melakukan pengereman di titik terakhir," katanya seperti dilansir Crash.net.
"Dovizioso lebih unggul di sektor-sektor tertentu. Misalnya, meski sangat piawai mengerem terlambat, dia kesulitan di beberapa tikungan cepat seperti di Phillip Island. Sebaliknya, Toprak bahkan di tikungan cepat terkadang melakukan sesuatu yang luar biasa. Dia masuk ke beberapa tikungan dengan sangat agresif sampai-sampai kami ikut ketakutan melihatnya."
"Dia memang pebalap yang kuat saat mengerem, tetapi juga memiliki kemampuan luar biasa di area lain sehingga dalam beberapa hal lebih komplet," tuturnya.
Tak hanya itu, Giribuola juga memuji kemampuan adaptasi Razgatlioglu ketika mengikuti pebalap lain di lintasan. Hal itu disebutnya sebagai indikasi betapa jempolannya proses adaptasi Toprak.
"Hal luar biasa lainnya adalah ketika dia mengikuti pebalap lain, dia bisa langsung menyamai apa yang dilakukan pebalap tersebut meski sebelumnya belum pernah melakukannya."
"Hanya dengan memiliki acuan dari pebalap di depannya, dia bisa membuat peningkatan yang sangat besar. Sementara banyak pebalap lain justru tidak mampu mengikuti pebalap yang lebih cepat."
Musim ini Toprak masih menjalani proses adaptasi bersama Pramac Yamaha. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan gaya balap agresifnya dengan karakter ban Michelin yang berbeda dengan ban Pirelli yang selama ini digunakannya di World Superbike.
Pengalaman panjang menggunakan Pirelli membuat Razgatlioglu diperkirakan bakal lebih diuntungkan ketika MotoGP beralih menggunakan ban tersebut mulai musim 2027.
Pebalap berusia 29 tahun itu juga dipastikan tetap memperkuat Pramac Yamaha musim depan setelah menandatangani kontrak panjang dengan pabrikan asal Jepang tersebut.
(krs/raw)