Gandeng Kemenekraf, PANDI Siap Bawa Aksara Nusantara ke Domain Global

Gandeng Kemenekraf, PANDI Siap Bawa Aksara Nusantara ke Domain Global

Liputan6.com, Jakarta - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) siap memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional lewat teknologi dan identitas digital.

Komitmen ini disampaikan PANDI saat melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, baru-baru ini.

Pertemuan tersebut memfokuskan pembahasan pada peluang kolaborasi strategi dalam penguatan intellectual property (IP) lokal, perlindungan identitas digital karya kreatif, serta optimalisasi potensi ekonomi berbasis budaya di ruang siber.

Ketua PANDI, Isnawan, menegaskan nama domain di era digital kini bukan lagi sekadar alamat situs web, melainkan bagian integral dari identitas merek, karya seni, hingga aset budaya Indonesia.

“IP Indonesia memiliki potensi sangat besar. Ketika berkembang ke ruang digital, identitas digital menjadi aspek penting agar karya maupun produk kreatif kita makin mudah dikenal, dikembangkan, dan menjangkau pasar internasional,” kata Isnawan, dikutip Kamis (24/9/2026).

Menanggapi hal tersebut, Teuku Riefky mendorong PANDI untuk mengambil peran aktif dalam mendukung implementasi 8 Asta Ekraf--delapan pilar utama pengembangan ekonomi kreatif nasional yang mencakup data, kebijakan, talenta, infrastruktur, sinergi, pasar, pembiayaan, hingga nilai tambah kekayaan karya.

Ia menilai posisi PANDI sangat strategis dalam menjembatani teknologi dan kekayaan intelektual. Melalui program Sinergi Ekraf, kementerian siap menfasilitasi matchmaking berbasis pendekatan heksaheliks yang menghubungkan PANDI dengan ratusan mitra dari sektor pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, media, dan lembaga keuangan.

“PANDI memiliki posisi strategis mengusung teknologi dan identitas digital yang kolaborasinya bisa disinergikan dengan ratusan mitra strategis Kementerian Ekraf,” Teuku Riefky memungkaskan.